TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data mengenai korban dan pengungsi akibat banjir serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Hingga Sabtu (29/11/2025) sore, jumlah korban meninggal tercatat 166 orang, sementara total pengungsi mencapai ribuan jiwa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa jumlah pengungsi mengalami perubahan seiring proses pendataan di lapangan. “Kemudian jumlah pengungsi ada perubahan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.
Rincian pengungsi menurut wilayah:
-
Tapanuli Utara: satu titik pengungsian, sekitar 600 keluarga.
-
Tapanuli Tengah: wilayah terdampak paling parah, satu titik pengungsian di GOR Tapanuli Tengah dengan sekitar 1.100 KK.
-
Tapanuli Selatan: pengungsian tersebar di 12 kecamatan, sebanyak 4.661 KK.
-
Humbang Hasundutan: total pengungsi mencapai 1.712 jiwa.
-
Mandailing Natal: pengungsian tersebar di 8 titik dengan 1.378 jiwa.
Suharyanto menyebut pemerintah masih bekerja membuka akses transportasi dan komunikasi di wilayah terdampak. Jalur darat menuju Sibolga dan Padang Sidempuan hingga kini belum sepenuhnya pulih. “Untuk jalur transportasi Sibolga dan Padang Sidempuan masih dalam pengerjaan,” katanya.
Meski akses darat belum terbuka, distribusi logistik ke Sibolga telah dimulai melalui jalur udara. “Sibolga sampai hari ketiga belum bisa ditembus lewat darat, tetapi sudah dapat dijangkau lewat udara untuk pendistribusian logistik. Ketersediaannya memang belum mencukupi, namun secara bertahap kami terus kirimkan,” jelasnya.
Suharyanto menambahkan, mulai besok bantuan ke Sibolga juga akan dikirim melalui jalur laut. “Kita akan dorong logistik menggunakan laut karena KRI bantuan TNI AL sudah tiba di Sumut,” ujarnya. (red-ms)