Riyan Jefri, Putra Siantar Penakluk Emas SEA Games
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Atlet kickboxing Indonesia, Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu (24), putra asal Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, sukses meraih medali emas pada SEA Games 2025 Thailand. Riyan menjadi satu-satunya atlet kickboxing Indonesia yang berhasil naik podium tertinggi setelah menaklukkan atlet tuan rumah, Jakkrit Kongtook, pada final nomor K1 kelas 60 kilogram di John Paul II Sports Center, Assumption University, Bang Sao Thong District, Samut Prakan, Thailand, Selasa (16/12/2025).
Kemenangan tersebut memiliki makna emosional bagi Riyan. Ia berencana membawa pulang medali emas itu sebagai kado Natal untuk keluarganya di Pematangsiantar sekaligus mempersembahkannya untuk mendiang ayahnya. “Bulan Desember 2024 lalu, bapak meninggal dunia saat saya sedang menjalani latihan di Jakarta untuk persiapan SEA Games ini,” ujar Riyan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (18/12/2025).
Impian Riyan meraih emas SEA Games akhirnya terwujud setelah melalui persiapan panjang. Pada perayaan Natal 2025 mendatang, ia berencana pulang ke kampung halamannya di Jalan Cornel Simanjuntak, Gang AHM, Kecamatan Siantar Selatan. “Nanti pulangnya pas Natal. Sekalian membawa kemenangan ini sebagai kado Natal. Medali ini akan saya kalungkan ke ibu saya,” kata anak pertama dari lima bersaudara itu.

Sebelum tampil di SEA Games, Riyan menjalani pemusatan latihan fisik selama lebih dari satu tahun di sejumlah negara, termasuk Jakarta, Uzbekistan, dan Kirgistan. Perjalanan kariernya di dunia bela diri dimulai dari wushu, kungfu, hingga mixed martial arts (MMA), sebelum akhirnya fokus ke cabang kickboxing sejak 2020. “Saat kickboxing mulai berkembang di Sumatera Utara pada 2020, saya langsung mengikutinya,” ujar lulusan SMA Negeri 1 Kota Pematangsiantar tersebut.
Riyan juga mengaku dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet. Sebelum menekuni kickboxing secara serius, ia sempat empat kali mencoba mendaftar menjadi prajurit TNI, namun belum berhasil. Tidak menyerah, ia memilih fokus berkarier sebagai atlet dan kini menjadi tulang punggung keluarga dengan membantu biaya pendidikan adik-adiknya.
Selain untuk keluarga, Riyan berencana menyisihkan sebagian dari hasil kemenangannya untuk kegiatan sosial. “Sebagian kemenangan ini ingin saya sumbangkan ke panti asuhan. Saya masih lajang dan masih menanggung biaya kuliah serta sekolah adik-adik,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada para atlet muda di Kota Pematangsiantar agar tidak pernah menyerah mengejar prestasi serta berharap pemerintah daerah terus memberikan pembinaan. “Anak kampung juga bisa berprestasi. Banyak atlet di Siantar yang punya potensi. Mohon dibimbing, karena tidak ada kata terlambat untuk berprestasi,” kata Riyan. (red-win)










