MTU News
Beranda Bencana Alam 5.974 Rumah Rusak Dipetakan, Huntara Segera Dibangun

5.974 Rumah Rusak Dipetakan, Huntara Segera Dibangun

Foto: Khusus di Tapanuli Utara, peletakan batu pertama pembangunan hunian dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12).

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pemulihan jangka menengah dan panjang berjalan terarah, terukur, serta mengutamakan keselamatan dan keberlanjutan kehidupan warga.

    Dalam mendukung percepatan tersebut, BNPB memfokuskan perhatian pada penguatan data dan administrasi. Proses verifikasi dan validasi data calon penerima bantuan terus dilakukan agar pembangunan huntap tepat sasaran, sesuai ketentuan, dan dapat segera direalisasikan setelah masa tanggap darurat berakhir.

    BNPB juga melakukan pemantauan langsung terhadap progres pembangunan hunian sementara (huntara) serta kesiapan lokasi huntap. Salah satunya melalui peninjauan rumah contoh di Desa Sibalanga yang akan menjadi acuan teknis pembangunan hunian yang aman, layak huni, dan tahan terhadap risiko bencana, sekaligus sebagai sarana sosialisasi standar bangunan kepada masyarakat.

    Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang, pemerintah telah memetakan kebutuhan sebanyak 5.974 unit rumah rusak berat. Sementara itu, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) sebanyak 2.524 unit kini memasuki tahap identifikasi lahan di sejumlah wilayah, termasuk Tapanuli Tengah dan Langkat. Untuk Kabupaten Tapanuli Utara, agenda peletakan batu pertama pembangunan hunian dijadwalkan akan dilaksanakan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12).

    Di sisi lain, BNPB juga terus mengintensifkan penanganan darurat banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara. Hingga Jumat (19/12), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 369 jiwa, sementara operasi pencarian masih difokuskan untuk menemukan 71 orang yang dilaporkan hilang. Seiring itu, pemulihan infrastruktur dan distribusi bantuan logistik terus dipercepat guna memastikan kebutuhan dasar serta layanan kesehatan masyarakat terdampak tetap terpenuhi. (red-jec)

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan