MTU News
Beranda Daerah Kereta vs Avanza di Tebing Tinggi, 9 Nyawa Melayang

Kereta vs Avanza di Tebing Tinggi, 9 Nyawa Melayang

Foto: Proses evakuasi korban dari Avanza yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang di Tebing Tinggi. (Azan Purba/Sumut Pos)

TEBING TINGGI || MTUNews.com – Kecelakaan maut antara kereta penumpang KA Sribilah Utama dan mobil Toyota Avanza terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan sembilan orang penumpang mobil Avanza meninggal dunia. Pelaksana Tugas (Plt) Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa sebelum tabrakan terjadi, masinis KA Sribilah Utama telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebagai peringatan, namun diduga tidak direspons oleh pengemudi kendaraan.

Menurut Anwar, minibus tiba-tiba melintas dari arah samping di perlintasan sebidang tanpa palang pintu tanpa sempat berhenti. Sopir Avanza diduga tidak memastikan kondisi jalur dengan menengok ke kanan dan kiri, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Meski demikian, KAI memastikan tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa dari pihak penumpang dan awak kereta api dalam kejadian tersebut.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Firman Darmansyah, menjelaskan bahwa setelah tertabrak, mobil Toyota Avanza terseret sejauh sekitar 300 meter dari titik tabrakan. Delapan penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Aparat kepolisian bersama petugas terkait segera melakukan evakuasi korban yang terjepit, membawa para korban ke fasilitas kesehatan, serta mensterilkan tempat kejadian perkara untuk memperlancar proses penanganan.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sementara itu, seluruh jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Adapun identitas korban adalah Abdul Kadir Al Jaelani (42), Rizal (59), Daratul Laila (50), Risnawati (57), Muhammad Hafiz (6), Muhammad Rafkha Attaqih (2), Asrah (80), Sri Devi (41), dan Zaitun (50). (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan