MTU News
Beranda Bencana Alam Longsor Cisarua, SAR Cari 82 Warga Tertimbun

Longsor Cisarua, SAR Cari 82 Warga Tertimbun

Foto: Warga mencari barang yang masih dapat diselamatkan di antara puing rumah akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

BANDUNG BARAT || MTUNews.com – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dilaporkan tertimbun longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bencana longsor tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Sabtu dini hari.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan pencarian korban dilakukan secara manual dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan anjing pelacak K9. Hingga Sabtu, dari total 113 warga yang terdampak longsor, 23 orang berhasil selamat, delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara 82 lainnya masih dalam proses pencarian.

“Korban selamat sudah dievakuasi dan diamankan. Saat ini fokus utama kami adalah pencarian warga yang masih tertimbun,” ujar Herman di lokasi kejadian.

Herman menambahkan, operasi pencarian dan evakuasi dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta relawan kebencanaan. Pemerintah daerah juga memprioritaskan penanganan korban selamat yang telah dievakuasi ke tenda-tenda darurat.

Sementara itu, Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara menjelaskan, peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Warga sempat mendengar suara gemuruh keras sebelum material tanah, lumpur, dan batu meluncur dari kawasan Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, disertai banjir bandang.

“Material longsor bergerak sangat cepat setelah terdengar suara gemuruh, sehingga banyak rumah warga tidak sempat diselamatkan,” kata Yogaswara.

Ia mengimbau masyarakat di sekitar lokasi bencana untuk tetap waspada dan menjauhi area longsoran, mengingat kondisi tanah masih labil dan berpotensi memicu bencana susulan. Hingga saat ini, puluhan rumah warga dilaporkan tertimbun material longsor dan mengalami kerusakan berat. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan