MTU News
Beranda Daerah Program CSR SOL Wujudkan Produktivitas Bawang Merah di Pahae, Tapanuli Utara

Program CSR SOL Wujudkan Produktivitas Bawang Merah di Pahae, Tapanuli Utara

Foto: Petani binaan CSR SOL di Pahae Jae dan Pahae Julu menunjukkan hasil nyata peningkatan kesejahteraan.

TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Komitmen perusahaan panas bumi Sarulla Operations Limited (SOL) dalam mendorong kemandirian serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) di sektor pertanian.

Hasil nyata dari program tersebut, menurut Humas Eksternal SOL Industan Sitompul, terlihat dari keberhasilan enam kelompok tani yang beranggotakan 74 orang di Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara.

“Enam kelompok tani tersebut tersebar di Kecamatan Pahae Jae, yakni Desa Sigurunggurung dan Desa Pardamean Nainggolan, serta di Kecamatan Pahae Julu yang meliputi Desa Simataniari dan Desa Janji Natogu,” ujar Industan, Kamis (29/1/2026).

Melalui pendampingan intensif, para petani berhasil mencatatkan panen bawang merah sebesar 11.544 kilogram sepanjang tahun 2025, atau sekitar 2,4 kali lipat dari jumlah bibit yang ditanam.

Capaian tersebut merupakan hasil dari bantuan 5.404 kilogram bibit bawang merah yang disalurkan melalui Program CSR SOL pada Mei dan Oktober 2025. Dari total hasil panen, sebanyak 8.125 kilogram berhasil dipasarkan dengan nilai penjualan mencapai Rp350.531.000, dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Meski mencatatkan hasil yang positif, Industan mengungkapkan bahwa program ini juga menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca ekstrem. Musim kemarau panjang yang terjadi pada Mei hingga Agustus 2025, serta curah hujan yang sangat tinggi pada Oktober hingga Desember 2025, turut memengaruhi produktivitas tanaman.

“Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen belum sepenuhnya optimal sesuai dengan estimasi target yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Selain berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan petani, program ini juga mendorong keberlanjutan diversifikasi usaha tani. Sebagian hasil panen dimanfaatkan kembali oleh anggota kelompok tani sebagai bibit untuk musim tanam berikutnya, sehingga siklus produksi dapat terus berjalan secara mandiri.

Pendampingan budidaya bawang merah dilaksanakan melalui pendekatan terpadu dalam Program CSR SOL, meliputi pemenuhan sarana produksi pertanian seperti bibit, mulsa, pupuk, dan pestisida, serta peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan. Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen.

“Pelaksanaan program ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang erat antara SOL dan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya melalui pendampingan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di desa,” pungkas Industan.

Keberhasilan program tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi komoditas melalui pendampingan CSR yang terencana dan berkelanjutan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Manajemen SOL berharap program pertanian bawang merah ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan di wilayah operasional perusahaan (red-jm)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan