MTU News
Beranda Ekonomi & Bisnis Harga Tanah SCBD Meroket, Rp200 Juta per Meter!

Harga Tanah SCBD Meroket, Rp200 Juta per Meter!

Illustrasi Gedung

JAKARTA || MTUNews.com – Harga tanah di Jakarta terus menunjukkan tren tinggi, bahkan di sejumlah lokasi premium dapat menembus puluhan hingga ratusan juta rupiah per meter persegi. Kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD) masih menjadi wilayah dengan nilai lahan paling mahal, terutama di Sudirman Central Business District (SCBD).

Managing Director CBRE Advisory Indonesia Angela Wibawa menjelaskan bahwa nilai tanah sangat dipengaruhi oleh peruntukan lahan, baik residensial, komersial, maupun industrial. Untuk sektor komersial, harga tertinggi berada di kawasan CBD, dengan SCBD sebagai titik paling premium. Ia menambahkan, indikator lain yang mencerminkan tingginya nilai lahan di kawasan tersebut adalah tarif sewa yang juga tercatat sebagai yang tertinggi di Jakarta.

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus menyebutkan bahwa berdasarkan transaksi terakhir yang tercatat, harga tanah di SCBD telah melampaui Rp200 juta per meter persegi. Namun, jumlah transaksi yang sangat terbatas membuat harga pasti sulit ditentukan. Jika mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), kawasan Sudirman menempati posisi tertinggi, disusul oleh Thamrin, yang keduanya termasuk dalam wilayah “segitiga emas” Jakarta.

Anton menjelaskan bahwa penilaian tanah di kawasan premium umumnya menggunakan koefisien lantai bangunan (KLB) atau plot ratio, bukan semata luas lahan. Sebagai contoh, lahan seluas 1.000 meter persegi dengan KLB 3 memungkinkan pembangunan gedung hingga 3.000 meter persegi, sehingga nilai ekonominya dihitung berdasarkan potensi luas bangunan tersebut.

Sementara itu, Head of Industrial Services CBRE Indonesia Ivana Soesilo mengungkapkan bahwa salah satu transaksi lahan di SCBD yang terpublikasi menunjukkan harga sekitar US$2.800 atau setara Rp46,9 juta per plot ratio. Di bawah SCBD, kawasan Sudirman–Thamrin berada pada kisaran Rp20–22 juta per plot ratio. Besaran KLB di SCBD sendiri bervariasi, mulai dari 5,5 hingga 11, yang turut memengaruhi valuasi lahan.

Meski nilai tanah sangat tinggi, ketersediaan lahan di kawasan tersebut sangat terbatas dan tidak semua pemilik bersedia menjual. Kondisi ini membuat stok lahan di SCBD tetap langka dan harga yang ditawarkan cenderung sangat mahal. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan