Salah satu penumpang selamat, Munir, menuturkan bahwa peristiwa bermula saat KRL relasi Jakarta–Cikarang yang ia tumpangi berhenti di jalur 1 stasiun. Kereta tersebut terpaksa berhenti setelah adanya gangguan di jalur, diduga akibat rangkaian kereta lain yang lebih dulu menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan dekat lokasi kejadian.
Dalam kondisi berhenti itulah, beberapa saat kemudian KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan langsung menghantam bagian belakang KRL. Benturan terjadi sangat keras hingga lokomotif kereta jarak jauh itu menembus gerbong paling belakang KRL, menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian.
Munir yang berada di gerbong keempat dari belakang mengaku sempat panik saat kejadian. Ia menyebut banyak penumpang di gerbong paling belakang terjepit dan tidak dapat menyelamatkan diri. Sejumlah korban bahkan terlihat tidak sadarkan diri akibat terhimpit badan lokomotif yang masuk ke dalam gerbong.
Kesaksian serupa disampaikan penumpang lain, Andi (42), yang mengatakan tabrakan terjadi begitu cepat saat KRL dalam posisi berhenti. Ia menambahkan bahwa gerbong yang paling terdampak merupakan gerbong khusus wanita, sehingga banyak korban berasal dari bagian tersebut.
Usai kejadian, puluhan korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat melalui area lantai dua stasiun. Hingga malam hari, petugas gabungan dari keamanan stasiun, pemadam kebakaran, tenaga medis, TNI, Polri, serta warga masih melakukan evakuasi terhadap penumpang yang terjebak di dalam gerbong yang ringsek, sementara dugaan adanya korban jiwa masih terus didalami. (red-win)