Penunjukan Alberd Teddy menjadi bagian dari rotasi sembilan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 7 Mei 2026. Sosok jenderal bintang dua ini dikenal sebagai salah satu perwira berprestasi di tubuh Polri dengan rekam jejak panjang di bidang reserse dan manajemen operasional kepolisian.
Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 14 November 1971, Alberd Teddy merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1994 dan berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa. Sejak awal kariernya, ia dikenal memiliki pengalaman luas dalam penanganan kasus-kasus kriminal dan penyidikan strategis.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Kalbar, Alberd Teddy menjabat sebagai Sekretaris Utama PPATK sejak Oktober 2022. Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Polri, antara lain Karojianstra Sops Polri, Dirreskrimum Polda Sulawesi Tengah, hingga Karoops Polda Metro Jaya.
Karier Alberd Teddy juga banyak ditempa di wilayah Sumatera Utara. Ia pernah menjabat Kapolres Karo dan Kapolres Pematangsiantar, serta mengemban tugas sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Sumut. Selain itu, ia juga pernah dipercaya menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dalam bidang pendidikan, Alberd Teddy melanjutkan jenjang kepolisian di PTIK pada 2002, kemudian mengikuti pendidikan Sespim Pol dan Sespimti Polri pada 2018. Ia juga meraih gelar Magister Ilmu Hukum dari Universitas Bhayangkara Surabaya pada 2005.
Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyebut mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta penguatan profesionalisme personel di lingkungan Polri.
Menurut Johnny, regenerasi kepemimpinan terus dilakukan agar organisasi Polri semakin adaptif dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tengah tantangan tugas yang terus berkembang. (red-win)