MTU News
Beranda Partai Djarot: Tunjukkan Ijazah Asli, Tak Perlu Drama

Djarot: Tunjukkan Ijazah Asli, Tak Perlu Drama

Foto: Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menyarankan polemik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diselesaikan dengan menunjukkan ijazah asli kepada publik. Foto/Achmad Al Fiqri

JAKARTA || MTUNews.com – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menilai polemik terkait tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya diselesaikan secara terbuka tanpa harus berlarut-larut di ranah hukum. Menurutnya, langkah paling sederhana untuk mengakhiri perdebatan yang berkembang di tengah masyarakat adalah dengan menunjukkan ijazah asli kepada publik.

Pernyataan itu disampaikan Djarot saat menghadiri kegiatan Pembekalan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD Fraksi PDIP di Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2026). Ia berpendapat bahwa polemik tersebut tidak perlu dibawa ke dalam proses yang menimbulkan kesan dramatis di pengadilan apabila dapat diselesaikan melalui pembuktian yang transparan.

Djarot mengaku tidak keberatan menunjukkan ijazah miliknya apabila keabsahannya dipertanyakan. Karena itu, ia menilai langkah serupa dapat dilakukan untuk meredam perdebatan yang terus berkembang terkait ijazah Jokowi.

Menurut Djarot, keterbukaan dalam menunjukkan dokumen asli dapat menjadi cara efektif untuk menetralisir berbagai tudingan sekaligus mengakhiri polemik yang selama ini memicu perdebatan di ruang publik. Ia pun mempersilakan Jokowi untuk menjelaskan dan memperlihatkan ijazah yang dimiliki agar masyarakat memperoleh kepastian.

Meski demikian, Djarot menegaskan PDIP tidak merasa terganggu dengan rencana Jokowi melakukan kunjungan ke sejumlah daerah. Ia justru meyakini aktivitas tersebut tidak akan memengaruhi soliditas partai, baik di tingkat pengurus maupun kader akar rumput.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan akan kembali melakukan perjalanan ke sejumlah daerah untuk memenuhi undangan masyarakat setelah kondisi kesehatannya membaik. Selain menghadiri berbagai kegiatan, kunjungan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk bertemu relawan serta kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sejumlah daerah yang disebut akan menjadi tujuan awal kunjungan antara lain Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan