MTU News
Beranda Pertahanan Duka Latsarmil SPPI, Korban Jiwa Bertambah Jadi 4

Duka Latsarmil SPPI, Korban Jiwa Bertambah Jadi 4

Foto: Peserta latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) dari calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) mengikuti upacara pembukaan pendidikan dan pelatihan di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Rabu (17/6/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU.

JAKARTA || MTUNews.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi jumlah peserta latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (Latsarmil) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang meninggal dunia bertambah menjadi empat orang. Korban terbaru adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang wafat setelah sempat menjalani perawatan medis intensif.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Rifki meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) dini hari saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Yon Parako 465.

Menurut Rico, Rifki mengalami sesak napas saat mengikuti kegiatan latsarmil pada Kamis (25/6). Tim kesehatan Satdik Yon Parako 465 segera memberikan penanganan medis. Kondisinya sempat membaik dan kembali mengikuti aktivitas pendidikan, namun kesehatannya kembali menurun sehingga harus dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, Rifki akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.28 WIB. Kemhan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum dan memastikan akan memberikan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rico menegaskan seluruh peserta SPPI, termasuk Rifki, telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti program latsarmil. Kendati demikian, Kemhan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI KDKMP guna memastikan aspek keselamatan, kesehatan, dan pengawasan peserta berjalan lebih optimal.

Dengan meninggalnya Rifki, jumlah peserta SPPI yang wafat selama mengikuti latsarmil kini mencapai empat orang. Sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat henti jantung saat mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja pada 17 Juni 2026. Sehari kemudian, Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke saat menjalani pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia pada 23 Juni 2026 akibat tuberkulosis saat mengikuti latsarmil di Kodiklatau Jakarta.

Rangkaian insiden tersebut menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar pelaksanaan latihan dasar kemiliteran SPPI dievaluasi secara menyeluruh demi menjamin keselamatan para peserta di masa mendatang. (red-ms)

Sumber: Antara.com

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan