Agrinas Palma Bangun Kemitraan Kelola 130 Ribu Hektare Kebun Sawit Rakyat
JAKARTA || MTUNews.com – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menyiapkan skema kemitraan untuk mengelola lebih dari 130 ribu hektare kebun kelapa sawit milik masyarakat yang berada di kawasan hutan dan kini menjadi bagian dari areal yang dipercayakan pemerintah kepada perusahaan.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan areal perkebunan tersebut merupakan lahan sawit rakyat yang berada di kawasan hutan dan telah diserahkan kepada Agrinas oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk dikelola.
“Ada lebih dari 130 ribu hektare lahan sawit rakyat yang berada di kawasan hutan. Karena statusnya berada di kawasan hutan, Satgas menyerahkan pengelolaannya kepada kami. Saat ini kami sedang membangun komunikasi dengan masyarakat untuk membentuk pola kemitraan melalui skema vendoring,” ujar Abdul Ghani dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Agrinas Palma Nusantara merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat mandat dari pemerintah untuk mengelola areal perkebunan hasil penertiban Satgas PKH.
Menurut Abdul Ghani, melalui skema kemitraan tersebut masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi dengan menjadi mitra perusahaan, mulai dari pemeliharaan kebun, kegiatan panen, hingga pengangkutan tandan buah segar (TBS).
“Kami memastikan tanah negara kembali menjadi aset negara dan dikelola sesuai penugasan pemerintah. Namun, masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat ekonomi secara maksimal melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Agrinas Palma telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Koperasi. Kerja sama itu juga akan melibatkan pemerintah daerah dalam pembinaan dan pelaksanaan kemitraan di lapangan.

Abdul Ghani menjelaskan, perusahaan akan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat guna membangun pola kemitraan yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, sebagian besar masyarakat memahami status hukum lahan yang berada di kawasan hutan dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam pengelolaan perkebunan.
Selain mengembangkan kemitraan di lahan sawit rakyat, Agrinas Palma juga menargetkan pembangunan kebun plasma seluas sedikitnya 250 ribu hektare. Sebagai tahap awal, perusahaan akan membangun kebun plasma seluas 1.500 hektare di Sumatera Utara yang akan dijadikan proyek percontohan sebelum diterapkan di daerah lain. (red-ms)










