MTU News
Beranda Pertanian 5,3 Ton Bibit Disalurkan, SOL Dorong Petani Makin Mandiri

5,3 Ton Bibit Disalurkan, SOL Dorong Petani Makin Mandiri

Keterangan Gambar: Penyaluran bantuan 5,3 ton bibit bawang merah varietas Batu Ijo dari Sarulla Operations Ltd (SOL) kepada petani binaan di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, sebagai bagian dari program pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat.

PAHAE JAE || MTUNews.com – Bukan sekadar membagikan bibit, Sarulla Operations Ltd (SOL) membangun kemampuan petani. Sebanyak 5,3 ton bibit bawang merah varietas Batu Ijo disalurkan kepada 63 petani di empat desa di Kabupaten Tapanuli Utara, disertai pendampingan dari persiapan lahan hingga pascapanen untuk mendorong penguatan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen SOL dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.

Pengembangan pertanian bawang merah sendiri telah dijalankan SOL sejak 2021. Sebanyak 22 kelompok tani telah dibina melalui dua kali musim tanam, dengan fokus tidak hanya pada penyediaan sarana produksi, tetapi juga peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan petani dalam mengelola budidaya secara mandiri.

Pada September 2026, bantuan kembali digulirkan. Sebanyak 5,3 ton bibit bawang merah varietas Batu Ijo disalurkan kepada 63 petani yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu.

Dari total tersebut, 1,95 ton bibit diterima 25 petani dari tujuh kelompok tani di Desa Siopat Bahal, Kecamatan Pahae Jae. Selanjutnya, 1,95 ton bibit disalurkan kepada 23 petani dari dua kelompok tani di Desa Lontung Dolok dan Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu. Sementara 1,4 ton bibit diberikan kepada 15 petani dari satu kelompok tani di Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae.

Namun, bantuan SOL tidak berhenti pada bibit. Petani juga mendapat dukungan sarana produksi berupa pupuk vegetatif dan generatif, kompos, mulsa, H₂O₂ hingga pestisida yang disesuaikan dengan hasil survei dan kebutuhan di lapangan.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui pelatihan, konsultasi, diskusi, pemberian motivasi serta monitoring secara intensif. Dengan demikian, petani diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan.

Untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal, SOL berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara melalui BPP Pahae Jae dan BPP Pahae Julu. Pendampingan teknis juga melibatkan praktisi pertanian lokal, Jekson Ompusunggu.

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pascapanen. Pola ini dirancang agar setiap bantuan yang diterima petani dapat dimanfaatkan secara tepat sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan.

Penyaluran bantuan turut disaksikan Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab Tapanuli Utara, Sekretaris Dinas Pertanian Tapanuli Utara, BPP Pahae Jae, BPP Pahae Julu, pemerintah kecamatan, serta kepala desa dan lurah terkait.

Kolaborasi antara SOL, pemerintah daerah dan pendamping teknis tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan berjalan terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui program pengembangan bawang merah, SOL mendorong pertanian menjadi lebih dari sekadar aktivitas produksi. Pertanian diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi keterampilan, kemandirian dan penguatan ekonomi keluarga.

Sebab, bagi SOL, pemberdayaan bukan hanya tentang apa yang diberikan hari ini, tetapi tentang kemampuan dan peluang yang dapat terus tumbuh pada masa depan. (red-tim/win)

#SarullaOperationsLtd #SOL #TapanuliUtara #PahaeJae #PahaeJulu #BawangMerah #Petani #KelompokTani #PemberdayaanMasyarakat #PertanianBerkelanjutan #EkonomiKeluarga #KetahananPangan #CSR #MTUNews

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan