“Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil, mereka gak bisa keluar. Kita akan cari pulau, kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu,” ujar Prabowo dalam acara di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).
Menurut Prabowo, korupsi menjadi batu sandungan besar dalam pembangunan negara dan menyebabkan penderitaan bagi masyarakat, termasuk guru, dokter, perawat, dan petani. Dana yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat malah disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Untuk itu, Prabowo menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk melakukan efisiensi guna memastikan anggaran negara digunakan secara optimal. Meski menghadapi penolakan dari pihak tertentu, ia menegaskan bahwa pemerintahannya berada di jalur yang benar dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dalam memberantas korupsi, bahkan siap mempertaruhkan nyawanya demi bangsa dan negara.
“Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Mereka harusnya ngerti saya ini siap mati untuk bangsa dan negara ini. Mafia manapun saya tidak takut. Apalagi ada Kapolri dan TNI, apalagi ada guru-guru yang akan membantu saya,” tegasnya.
Prabowo juga berharap dunia pendidikan dapat dioptimalkan untuk mendukung pemberantasan korupsi, karena pendidikan yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam membangun negara yang bersih dan maju. (red-win)