Dua Siswa Matauli Pandan Harumkan Nama Sekolah di Tingkat Nasional
TAPTENG||MTUNews.com– SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dua siswa kelas XI, Shadeq Fikri Nasution dan Fauzan Yudha Azhary Harahap, berhasil melaju ke babak 25 besar dalam ajang bergengsi Toyota Eco Youth (TEY) 13 tahun 2024, mengalahkan lebih dari seribu peserta dari seluruh Indonesia.
Ajang ini merupakan kompetisi inovasi lingkungan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Toyota Indonesia, yakni PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan PT Toyota-Astra Motor. Program TEY ditujukan bagi pelajar tingkat SMA dan sederajat, sebagai wadah menyalurkan ide-ide kreatif untuk solusi lingkungan berkelanjutan.
Dengan bimbingan guru pembimbing Fiki Harjuni, S.Pi., M.Si, Shadeq dan Fauzan menyusun sebuah proyek penelitian bertema energi alternatif untuk nelayan. Judul proposal mereka adalah “Efektivitas Kitosan dari Limbah Cangkang Kepiting Rajungan dan Air Laut sebagai Larutan Elektrolit untuk Sumber Energi Alternatif bagi Nelayan Bagan Tancap”. Penelitian ini dilakukan selama lebih dari delapan bulan, melibatkan observasi langsung di lapangan, pengujian di laboratorium STPK Matauli, hingga penyusunan laporan ilmiah dan presentasi internal sekolah.

“Awalnya kami bersaing dengan 1.125 proposal dari seluruh Indonesia. Setelah melalui seleksi ketat, kami masuk 100 besar, dan akhirnya terpilih sebagai salah satu dari 25 proposal terbaik yang akan dipertandingkan di tingkat nasional di Jakarta, bulan Mei nanti,” ungkap Shadeq, putra dari Hendrianto Nasution, seorang ASN di Kota Padangsidimpuan.
Fauzan menambahkan, proses panjang penelitian memberikan banyak pengalaman berharga, baik secara akademik maupun sosial. “Kami belajar mengelola waktu antara sekolah dan riset. Lewat penelitian ini, kami juga lebih memahami kehidupan para nelayan, serta pentingnya inovasi berkelanjutan untuk menjaga kelestarian laut dan mendukung ekonomi mereka,” ujar Fauzan, anak dari AIPDA Ihwan Habibi Harahap, anggota Polri di Polres Kota Binjai.
Menurut kedua siswa, penelitian mereka termasuk dalam kategori penciptaan model tingkat menengah karena melibatkan proses ilmiah yang cukup kompleks. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi kebutuhan energi nelayan bagan tancap di Kabupaten Tapanuli Tengah, serta membuka peluang pemanfaatan limbah biota laut sebagai sumber energi alternatif.
Di akhir wawancara, Shadeq dan Fauzan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada kedua orang tua kami, Ketua Umum Yayasan Matauli, Bapak Kepala Sekolah dan seluruh guru, pembimbing kami Pak Fiki, serta Bapak Bupati Tapanuli Tengah yang telah memberi doa dan semangat. Mohon doanya, semoga kami bisa tampil maksimal di final nasional nanti dan membawa pulang kemenangan, tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk masyarakat Tapanuli Tengah,” tutup mereka penuh semangat. (red-HM)










