TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Gedung Plaza Mandiri yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kini resmi dialihfungsikan menjadi kantor pusat Badan Pengelola Informasi (BPI) Danantara. Transformasi gedung eks-bank BUMN itu menjadi markas operasional Danantara menandai langkah konkret pemerintah dalam mengoptimalkan aset negara agar lebih efisien, produktif, dan strategis.
Gedung yang sebelumnya merupakan kantor pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ini telah melalui proses revitalisasi dan reposisi fungsi sesuai dengan kebutuhan Danantara sebagai lembaga pengelola data dan informasi strategis lintas sektor di bawah Kementerian BUMN. Kini, gedung tersebut menjadi simbol pergeseran arah manajemen aset negara dari pasif menjadi aktif dan bernilai tambah tinggi.
Kepindahan Danantara ke Plaza Mandiri merupakan bagian dari strategi besar transformasi BUMN yang digagas Menteri BUMN Erick Thohir. Melalui Danantara, pemerintah membentuk sistem integrasi data dan pengawasan korporasi negara yang lebih akurat, transparan, dan efisien.

“Pemanfaatan Plaza Mandiri sebagai kantor Danantara bukan hanya soal relokasi, tapi cerminan perubahan paradigma dalam pengelolaan aset negara. Kami ingin aset-aset BUMN yang strategis tidak lagi terbengkalai, tapi dimanfaatkan untuk memperkuat kinerja dan sinergi antarentitas,” ujar salah satu pejabat Kementerian BUMN dalam keterangan resminya, Senin (30/6/2025).
Danantara sendiri memiliki mandat sebagai pusat pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi dari seluruh ekosistem BUMN, termasuk data keuangan, operasional, aset, dan sumber daya manusia. Dengan memiliki kantor pusat yang representatif dan terletak di jantung kawasan bisnis Jakarta, Danantara diharapkan dapat lebih optimal menjalankan peran sebagai “otak data” yang mendukung efisiensi dan transformasi korporasi negara.
Plaza Mandiri yang sebelumnya menjadi ikon perbankan nasional, kini beralih menjadi landmark baru bagi era digitalisasi dan transparansi pengelolaan BUMN. Gedung ini kini dilengkapi dengan fasilitas modern, ruang kerja kolaboratif, sistem keamanan berbasis teknologi tinggi, serta ruang data center dan command center milik Danantara.
Transformasi ini juga sejalan dengan rencana besar pemerintah dalam mengonsolidasikan aset-aset BUMN, termasuk melalui merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan pelat merah yang jumlahnya akan dipangkas dari 888 entitas menjadi kurang dari 200 dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan beroperasinya Danantara di gedung Plaza Mandiri, diharapkan tercipta koordinasi yang lebih cepat antara Kementerian BUMN, holding-holding BUMN seperti IFG, dan berbagai lembaga terkait dalam menyusun kebijakan strategis berbasis data yang akurat dan real-time. (red-Jeconiah)









