Penobatan Gusti Purbaya Naik Tahta Pakubowono XIV
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Dinamika suksesi di Keraton Kasunanan Surakarta kembali mencuat setelah keluarga besar keraton menetapkan Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV. Penetapan itu diputuskan dalam rapat keluarga besar yang berlangsung di Kompleks Keraton Surakarta, Kamis (13/11), yang dihadiri Putra-Putri Dalem PB XII dan PB XIII serta difasilitasi Maha Menteri Keraton Surakarta, KGPAA Tedjowulan.
Perwakilan keluarga besar, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, menyatakan keputusan tersebut diambil demi menjaga keutuhan keluarga dan kelestarian Keraton Surakarta. Penunjukan ini juga menambah dinamika suksesi karena muncul setelah Gusti Purbaya — putra mahkota almarhum Pakubuwono XIII — lebih dulu mendeklarasikan diri sebagai penerus takhta pada Rabu (5/11), bertepatan dengan hari wafatnya sang ayah. Bahkan, sejumlah kerabat telah menjadwalkan penobatan Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV pada Sabtu (15/11).
KGPH Hangabehi merupakan putra tertua almarhum Pakubuwono XIII dari pernikahan kedua dengan KRAy Winari Sri Haryani. Kedua orangtuanya diketahui bercerai sebelum PB XIII naik takhta. Ia memiliki dua adik perempuan, yakni almarhumah GRAy Sugih Oceania dan GRAy Putri Purnaningrum, serta merupakan kakak beda ibu dari Gusti Purbaya yang lahir dari pernikahan ketiga PB XIII dengan GKR Pakubuwono atau KRAy Adipati Pradapaningsih. Secara keseluruhan, PB XIII menikah tiga kali dan memiliki tujuh anak—dua putra dan lima putri.

Lahir pada 5 Februari 1985 dengan nama kecil Gusti Raden Mas (GRM) Soerjo Soeharto, Hangabehi pernah menyandang gelar KGPH Mangkoeboemi sebelum kemudian diberi gelar “Hangabehi” oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) pada 24 Desember 2022. Penyematan gelar tersebut merupakan bentuk penolakan LDA terhadap pengangkatan Gusti Purbaya sebagai putra mahkota pada Februari 2022. Nama Hangabehi sebelumnya juga pernah disandang almarhum PB XIII sebelum naik takhta.
Dalam riwayat pendidikannya, Hangabehi menempuh pendidikan di SD Pamardisiwi (1995), SMP Kasatriyan (1998), dan SMA Warga (2001). Ia telah menikah dengan Ray Siti Zainab dan dikaruniai dua anak: BRAj Arumi Larasati Kusumaningrum serta BRM Suryo Muhammad Ibrahim.
Di lingkungan keraton, Hangabehi dikenal sebagai sosok yang tenang dan menjunjung tinggi paugeran atau aturan adat keraton. Ia juga memiliki minat yang kuat terhadap dunia perkerisan, bahkan pernah diundang Pemerintah Belanda melalui Kementerian Kebudayaan untuk menghadiri pameran keris pada September 2025.
Saat ini, KGPH Hangabehi menjalankan tugas sebagai Pengageng Kasentanan, yang bertanggung jawab mengelola Museum Keraton Solo sekaligus mengawal program revitalisasi keraton sesuai arahan Kementerian Kebudayaan. (red-Jeconiah)










