MTU News
Beranda Bencana Alam Sumbar Gerak Cepat Bangun Akses Bencana

Sumbar Gerak Cepat Bangun Akses Bencana

Foto: Alat berat dikerahkan untuk mempercepat perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai yang rusak setelah diterjang banjir bandang pada Minggu (7/12/2025). (ANTARA/Fandi Yogari)

KOTA PADANG || MTUNews.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mempercepat pembangunan akses semipermanen di wilayah terdampak bencana untuk memastikan jalur transportasi dapat dilalui kendaraan kecil hingga sedang dalam dua pekan ke depan. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mengatakan percepatan ini penting untuk mengurai penumpukan kendaraan pada satu jalur akibat putusnya jalan nasional yang menghambat distribusi logistik.

Menurut Vasko, penanganan pascabencana terus dioptimalkan dengan dukungan pemerintah pusat, mulai dari pencarian korban hilang hingga pembukaan akses daerah yang masih terisolasi. Ia menegaskan bahwa proses administrasi yang berpotensi memperlambat penyaluran bantuan kini telah dipangkas untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Ia juga menyebutkan bahwa kejaksaan ikut memonitor proses administrasi agar tidak terjadi kesalahan, sembari memastikan seluruh pihak bergerak serempak. Bantuan lintas sektor, termasuk dukungan TNI, terus dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang tidak bisa ditembus melalui jalur darat, dengan pengiriman logistik menggunakan pesawat, helikopter kargo, dan kapal.

Untuk utilitas publik, pasokan listrik di Sumbar telah pulih hingga 99,9 persen, sementara layanan air bersih masih terkendala akibat kerusakan intake dan tingginya tingkat kekeruhan air. Dari sisi ketersediaan pangan, Vasko memastikan stok beras dan bahan pokok aman, ditopang bantuan dari berbagai provinsi serta perhatian langsung Presiden RI.

Vasko juga menegaskan pentingnya data yang akurat dalam proses penanganan. Sumbar, yang menjadi satu-satunya provinsi dengan Dashboard Bencana berdata real-time, mewajibkan seluruh laporan di lapangan harus valid agar kebijakan tidak salah arah.

Sebagai antisipasi lanjutan terhadap potensi cuaca ekstrem, Pemprov Sumbar berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk pemantauan cuaca intensif, termasuk opsi penerapan teknologi modifikasi cuaca bila diperlukan. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan