Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan penghentian sementara dilakukan hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar. Selain itu, Satgas MBG juga melakukan investigasi mendalam terhadap operasional ketiga dapur tersebut.
“Tiga mitra penyedia MBG yang dihentikan sementara operasionalnya adalah SPPG Sukagalih–Cikalongkulon, SPPG Sindangkerta 3 Pagelaran, dan SPPG Gandasari–Kadupandak. Investigasi difokuskan pada pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan makanan,” ujar Arif di Cianjur, Rabu.
Ia menjelaskan, tim dari Dinas Kesehatan Cianjur telah diterjunkan untuk mengambil sampel sisa makanan guna keperluan uji laboratorium. Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya kelalaian dalam penerapan prosedur, pengelola dapur akan diberikan edukasi dan pembinaan sebelum kembali diizinkan beroperasi.
Menurut Arif, selama ini sistem pengawasan di setiap dapur SPPG telah dilakukan secara berlapis dengan melibatkan kepala dapur, tenaga ahli gizi, serta Koordinator Kecamatan (Korcam). Meski demikian, pemeriksaan ulang tetap dilakukan guna memastikan secara pasti sumber permasalahan yang menyebabkan dugaan keracunan.
“Kami tidak ingin kejadian serupa terulang dan kembali menimpa siswa sebagai penerima manfaat. Oleh karena itu, aspek edukasi dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur akan lebih ditekankan sebelum dapur kembali beroperasi,” katanya.
Sebelumnya, sekitar 300 siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Para siswa mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare, sehingga harus mendapatkan perawatan di puskesmas dan rumah sakit setempat.
Sebagian siswa bahkan baru merasakan gejala setelah tiba di rumah usai pulang sekolah dan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan. Hingga Rabu pagi, tercatat sekitar 300 siswa sempat menjalani perawatan medis, dengan sebagian besar telah dipulangkan setelah kondisi mereka dinyatakan membaik dan tetap dalam pemantauan tenaga kesehatan. (red-sjs) sumber: ANTARA