MTU News
Beranda Ekonomi & Bisnis Hashim: Prabowo Siap Copot Pejabat ‘Telur Busuk’ Lagi

Hashim: Prabowo Siap Copot Pejabat ‘Telur Busuk’ Lagi

Foto: Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan keterangan terkait komitmen pemerintah membersihkan birokrasi dari oknum bermasalah. (Foto: Istimewa)

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan Presiden Prabowo Subianto akan kembali mengambil langkah tegas untuk membersihkan birokrasi dan sektor swasta dari oknum yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat menjadi pembicara dalam forum China Conference Southeast Asia di St. Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam. Menjawab pertanyaan moderator terkait pengunduran diri sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), ia menyebut proses pembersihan tengah berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada pejabat yang dicopot serta sanksi berat dijatuhkan.

“Sekarang tinggal bagaimana membersihkan ‘telur-telur busuk’ ini. Akan ada pejabat yang dicopot dan saya rasa denda besar juga bisa dijatuhkan,” ujarnya.

Hashim menekankan pemerintah tidak akan ragu menindak elite yang terlibat praktik kriminal maupun perusakan lingkungan. Ia menyebut momentum penertiban sudah dimulai, termasuk sinyal adanya pencopotan kepala lembaga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum dan inefisiensi.

Sebagai contoh, ia menyinggung pencabutan izin terhadap 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang diduga kuat terlibat dalam kerusakan lingkungan. Keputusan itu, kata dia, diambil berdasarkan data akurat dari citra satelit, drone, dan verifikasi lapangan, meski sejumlah perusahaan disebut memiliki kedekatan dengan elite tertentu.

Menurut Hashim, pemerintah tetap membuka ruang peninjauan kembali bagi pihak yang merasa tidak bersalah, namun prinsip yang dikedepankan adalah penegakan hukum yang presisi dan berbasis bukti.

Selain sektor lingkungan, tindakan tegas juga disebut akan menyasar praktik manipulasi di pasar modal. Hashim menyoroti kerugian yang dialami investor ritel akibat praktik “goreng saham” yang merugikan masyarakat kecil.

“Saya bukan Jaksa Agung, tetapi jika ada pihak yang bertanggung jawab atas perilaku kriminal yang merugikan investor kecil, semua opsi penegakan hukum terbuka,” tegasnya. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan