MTU News
Beranda Daerah Operator Kapal Tradisional Danau Toba Diminta Utamakan Keselamatan

Operator Kapal Tradisional Danau Toba Diminta Utamakan Keselamatan

Foto: Sejumlah kapal kayu tradisional bersandar di perairan Danau Toba di wilayah Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (KOMPAS.COM/Teguh Pribadi)

SIMALUNGUN || MTUNews.com – Pelaksana Tugas Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan Danau Toba, Torra Hasugian, mengimbau para operator kapal tradisional yang beroperasi di kawasan Danau Toba agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang, khususnya saat terjadi peningkatan jumlah wisatawan pada periode libur panjang.

Torra menegaskan bahwa operator kapal kayu diminta untuk tidak memaksakan muatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Ia mengingatkan agar para pengelola kapal tidak tergoda memanfaatkan momen lonjakan penumpang pada masa libur atau high season dengan mengabaikan aspek keselamatan pelayaran.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan di Danau Toba biasanya terjadi setelah perayaan Lebaran. Lonjakan tersebut umumnya didominasi oleh wisatawan yang datang untuk berlibur, berbeda dengan periode Natal dan Tahun Baru yang cenderung diwarnai aktivitas masyarakat yang pulang kampung.

Torra juga menyebutkan bahwa penambahan jadwal pelayaran atau extra trip akan diberlakukan secara situasional menyesuaikan dengan kondisi jumlah penumpang di sejumlah pelabuhan sekitar Danau Toba. Sementara untuk kapal feri jenis KMP, jumlah penumpang dapat dipantau melalui sistem pemesanan tiket secara daring sehingga memudahkan pengaturan jadwal penyeberangan.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini kondisi aktivitas penyeberangan di pelabuhan-pelabuhan Danau Toba masih tergolong normal. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan menyiagakan puluhan personel di area pelabuhan sesuai dengan jam operasional guna memastikan kelancaran dan keamanan layanan transportasi air.

Dalam menghadapi potensi lonjakan penumpang selama libur Lebaran 2026, pihak KSOPP juga telah melakukan uji petik terhadap Kapal Motor Penyeberangan (KMP) feri serta ramp check pada kapal-kapal tradisional yang beroperasi di kawasan danau tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan sebelum melayani penumpang.

Selain itu, pihaknya turut memperhatikan faktor cuaca berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Berdasarkan prediksi, curah hujan pada Maret hingga April diperkirakan relatif rendah sehingga diharapkan tidak mengganggu aktivitas pelayaran di Danau Toba.

Torra berharap para operator kapal tetap memprioritaskan keselamatan penumpang dengan memperhatikan kapasitas kapal, kondisi cuaca, serta keamanan perairan danau agar kegiatan penyeberangan tetap berjalan aman dan lancar selama masa libur Lebaran. (red-tim)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan