Di hadapan awak media, Presiden mengawali keterangannya dengan menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta harapan agar momentum hari raya membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Presiden juga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh rakyat Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyoroti progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan sangat cepat dan signifikan. Kepala Negara menyebutkan, sebagian besar warga terdampak banjir telah meninggalkan tenda pengungsian dan kini menempati hunian sementara maupun hunian tetap yang mulai difungsikan.
Presiden juga menjelaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar di wilayah terdampak hampir seluruhnya telah selesai. Listrik disebut telah kembali normal di hampir seluruh wilayah, dengan hanya beberapa desa yang masih menghadapi kendala karena kondisi geografis yang sulit dijangkau.
Selain itu, Presiden memastikan bantuan pemerintah kepada masyarakat terdampak telah disalurkan secara menyeluruh. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar masyarakat, dukungan pemulihan pascabencana, serta berbagai program bantuan dari pemerintah pusat dan daerah.
Atas capaian tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, hingga kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah yang dinilai bekerja secara cepat dan maksimal membantu masyarakat.
Presiden menegaskan, percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi dan mendampingi masyarakat yang terdampak bencana. Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dengan dukungan fasilitas dan pelayanan yang memadai. (red-win)