Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo, mengatakan wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi Kecamatan Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos. Di Kecamatan Cimanggis, banjir tercatat terjadi di Kelurahan Mekarsari (delapan RW), Kelurahan Tugu (dua RW), serta Kelurahan Pasir Gunung Selatan (satu RW). Sementara itu, di Kecamatan Sukmajaya banjir terjadi di Kelurahan Sukmajaya, di Kecamatan Cilodong satu RW terdampak, dan di Kecamatan Tapos satu RT dilaporkan terendam.
Dari hasil pendataan sementara, jumlah kepala keluarga terdampak paling banyak berada di Kecamatan Cimanggis dengan 3.510 kepala keluarga, disusul Kecamatan Cilodong sebanyak 110 kepala keluarga, Kecamatan Tapos 40 kepala keluarga, dan Kecamatan Sukmajaya tiga kepala keluarga. Secara keseluruhan, total rumah yang terendam mencapai 3.675 unit dengan jumlah warga terdampak sekitar 14.700 jiwa.
Menurut Denny, banjir dipicu hujan deras yang terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB dan menyebabkan sejumlah aliran sungai serta situ meluap, di antaranya Kali Cikupa, Kali Cipinang, Kali Jantung, Kali Laya, dan Situ Pedongkelan. Ketinggian air saat banjir bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 160 sentimeter di sejumlah titik.
Petugas gabungan dari pemerintah kota, tim penyelamat, hingga personel Brimob dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, termasuk anak-anak yang sempat terjebak banjir. Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menggenangi kendaraan milik warga yang tidak sempat diselamatkan. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan dan penanganan pascabanjir, sementara kondisi air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai berangsur surut dan tidak ada laporan korban jiwa. (red-win)