MTU News
Beranda Gempa Bumi Gempa 7,6 Guncang Sulut–Malut, Aspal Bergoyang

Gempa 7,6 Guncang Sulut–Malut, Aspal Bergoyang

Foto: Petugas BMKG menunjukkan titik pusat gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara melalui layar monitor di Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Kamis (02/04).

SULAWESI UTARA || MTUNews.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB (06.48 WITA). Guncangan kuat dirasakan di sejumlah daerah, mulai dari Bitung dan Manado di Sulawesi Utara hingga Ternate di Maluku Utara.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer. Hingga saat ini, dilaporkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka di Manado akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, menyampaikan bahwa korban meninggal tertimpa reruntuhan gedung olahraga (GOR) milik KONI. Sementara korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

Sejumlah warga menggambarkan guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung selama beberapa detik. “Jalanan aspal sampai bergoyang, kencang sekali,” ujar Isvara Safitri, warga Manado. Ia mengaku sempat panik dan segera keluar rumah bersama warga lainnya yang berhamburan ke luar.

Di Kota Manado, puluhan pasien Rumah Sakit Siloam dievakuasi secara darurat ke area terbuka seperti lobi, halaman, hingga ke dalam kendaraan. Proses evakuasi berlangsung penuh kepanikan, terutama bagi pasien di lantai atas yang harus turun melalui tangga darurat.

Di Bitung, kepanikan juga terjadi saat warga berlarian keluar bangunan. Aktivitas di pasar sempat terganggu akibat guncangan dan pemadaman listrik. Warga pesisir bahkan mulai mengungsi ke dataran lebih tinggi menyusul peringatan kewaspadaan.

Sementara itu di Ternate, Maluku Utara, dilaporkan sejumlah rumah dan tempat ibadah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Namun hingga kini belum ada laporan korban jiwa dari wilayah tersebut.

BNPB mencatat, gempa utama diikuti dua gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,5 dan 5,2. Selain itu, sistem peringatan dini juga mendeteksi gelombang tsunami kecil setinggi sekitar 0,2 hingga 0,3 meter di beberapa wilayah pesisir.

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir, untuk tetap waspada, menjauhi pantai, serta mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang sambil menunggu kondisi dinyatakan aman. (red-tim)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan