Bantuan pengembangan cabai merah seluas 4 hektare disalurkan kepada Kelompok Tani Marlundu di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian. Paket bantuan meliputi benih cabai 40 bungkus, pupuk kompos 16 ton, pupuk NPK 800 kilogram, pupuk organik cair 40 liter, serta mulsa plastik 80 roll untuk mendukung peningkatan produktivitas.
Sementara itu, bantuan untuk pengembangan bawang merah seluas 3 hektare diberikan kepada Kelompok Tani Hasil Nagabe di Desa Suhutnuhuta Pardomuan, Kecamatan Palipi. Bantuan tersebut terdiri dari benih bawang merah sebanyak 3 ton, pupuk kompos 12 ton, pupuk organik cair 30 liter, serta pupuk NPK 600 kilogram.
Bupati Vandiko menegaskan, program ini merupakan hasil sinergi lintas tingkat pemerintahan, dengan dukungan anggaran dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah. Ia mengingatkan agar seluruh bantuan dimanfaatkan secara optimal dan tidak disalahgunakan, sehingga benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Lebih lanjut, pemerintah daerah memastikan akan melakukan pendampingan intensif melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna menjamin keberhasilan program. Selain itu, penyaluran bantuan disebut dilakukan secara transparan dan berbasis usulan kelompok tani yang memenuhi persyaratan administratif dan kepemilikan lahan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, menyebut komoditas cabai merah dan bawang merah merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia menambahkan, hasil panen ke depan akan dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi melalui skema nota kesepahaman, termasuk dalam penetapan harga, guna meningkatkan kualitas produksi dan kesejahteraan petani di Samosir. (red-ms)