Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kolaborasi antara Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) dan Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul (NPS) yang dinilai berhasil menghadirkan ruang kreatif bagi talenta muda. Ia menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi vokal, melainkan wadah pembentukan karakter dan semangat juang generasi muda.
Deni juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah menyerah dalam meraih prestasi. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Ia pun mengajak para peserta untuk terus bangkit dan mengasah kemampuan, baik bagi yang berhasil maupun yang belum meraih kemenangan.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan NPS, Mula PP Sitompul, mewakili Nelson Pandapotan Sitompul, menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu melahirkan talenta-talenta muda yang berprestasi dan mampu membawa nama baik Tapanuli Utara ke tingkat nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga berharap festival ini dapat digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan promosi budaya dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, kategori SMA/SMK dimenangkan oleh Union Voice sebagai juara pertama, diikuti AS Trio dan Blesses Voice. Sementara pada kategori umum, The Teachers berhasil meraih juara pertama, disusul CAS Trio dan SAPADAN di posisi kedua dan ketiga.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah serta tokoh masyarakat, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni suara Batak di Tapanuli Utara. (red-ms)