Diduga Janji Bulog Meleset, Korban Banjir Belum Terima Bantuan
TAPANULI TENGAH || MTUNews.com – Kekecewaan meluas di kalangan warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) setelah bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kemasan alokasi Februari–Maret 2026 yang dijanjikan tuntas disalurkan hingga akhir Mei 2026 belum sepenuhnya diterima oleh para penerima manfaat.
Sejumlah warga menilai janji yang sebelumnya disampaikan Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga tidak terealisasi sesuai target. Akibatnya, mereka mempertanyakan kinerja Bulog dan mendesak adanya evaluasi terhadap pimpinan kantor cabang setempat.
Sebelumnya, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, Junaidi Damanik, menjelaskan bahwa keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan kendala pengadaan kemasan plastik. Saat itu, ia memastikan masalah tersebut telah teratasi dan bantuan akan mulai didistribusikan pada pekan ketiga Mei serta ditargetkan selesai seluruhnya pada 31 Mei 2026.

Namun hingga awal Juni 2026, sebagian warga mengaku belum menerima bantuan yang dijanjikan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan, terutama di kalangan korban banjir yang masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan kebutuhan pangan pascabencana.
Nando, warga Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, yang rumahnya sempat terendam banjir hingga ketinggian sekitar satu meter, mengaku kecewa karena bantuan yang dinantikan belum juga diterima. Menurutnya, masyarakat telah menunggu selama berbulan-bulan dan berharap janji penyaluran bantuan dapat direalisasikan tepat waktu.
“Kami sangat berharap bantuan itu karena banyak warga yang masih kesulitan. Kami menunggu sesuai janji yang disampaikan, tetapi sampai sekarang bantuan yang kami harapkan belum juga kami terima,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Togap, warga Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, yang juga terdampak banjir. Ia menilai alasan keterlambatan yang disampaikan pihak Bulog belum mampu menjawab harapan masyarakat yang membutuhkan kepastian penyaluran bantuan.

Menurut Togap, warga tidak hanya membutuhkan bantuan pangan, tetapi juga informasi yang jelas mengenai jadwal distribusi dan penyebab keterlambatan. Ia berharap pemerintah dan Bulog segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus memastikan seluruh bantuan yang menjadi hak masyarakat dapat segera disalurkan.
Warga juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program bantuan pangan di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka berharap penyaluran bantuan sosial ke depan dapat berjalan lebih tepat waktu, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Hingga berita ini disusun, warga masih menantikan realisasi penuh penyaluran bantuan pangan yang sebelumnya dijanjikan selesai pada akhir Mei 2026. (red-hm)











