BEM Bersatu Sebut Oknum Eks Militer Tolak MBG
JAKARTA || MTUNews.com – Aliansi mahasiswa yang menamakan diri BEM Bersatu menduga terdapat keterlibatan aktor politik dalam sejumlah gerakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa.
Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyebut pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang dinilai perlu dicermati, termasuk dugaan keterkaitan beberapa tokoh yang aktif dalam aksi kritik terhadap program MBG.
“Kami melihat adanya indikasi keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Dugaan tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” kata Rahmat.

Menurut dia, dugaan tersebut muncul setelah BEM Bersatu menelusuri sejumlah informasi terkait fasilitas yang digunakan dalam kegiatan aksi serta relasi beberapa pihak yang terlibat dalam gerakan tersebut.
Rahmat juga menyoroti kehadiran Tiyo Ardianto dalam sebuah forum dialog kebangsaan yang turut dihadiri sejumlah tokoh publik dan purnawirawan TNI.
“Keterkaitan itu menurut kami patut menjadi perhatian karena terdapat pertemuan dalam ruang-ruang diskusi yang sama. Kami tidak menuduh, tetapi meminta adanya transparansi agar publik mendapatkan informasi yang utuh,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BEM Bersatu menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis.

“Kami menolak segala bentuk intervensi dan penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik. Gerakan mahasiswa harus tetap independen, kritis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan menjadi instrumen kelompok tertentu,” kata Rahmat.
BEM Bersatu menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini memunculkan pertanyaan publik terkait substansi tuntutan dan arah perjuangan yang dibawa. Menurut mereka, setiap gerakan mahasiswa harus didasarkan pada kajian yang kuat, argumentasi yang jelas, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Aliansi tersebut juga menyoroti penolakan terhadap program MBG yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan anak-anak Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis tentu masih membutuhkan penyempurnaan tata kelola. Namun manfaatnya bagi masyarakat juga perlu dilihat secara objektif sehingga kritik yang disampaikan benar-benar bertujuan untuk perbaikan,” ujar Rahmat.

Selain itu, BEM Bersatu mengingatkan agar narasi yang berkembang di ruang publik tetap berbasis data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Mereka menilai perdebatan yang tidak didukung informasi yang utuh berpotensi mengalihkan perhatian publik dari agenda-agenda penting, termasuk upaya pemberantasan korupsi.
BEM Bersatu juga mendesak agar gerakan mahasiswa tetap steril dari pendanaan, fasilitas, maupun bentuk intervensi politik praktis yang dapat mengganggu independensi organisasi kemahasiswaan.
Di sisi lain, aliansi tersebut menyatakan mendukung keberlanjutan program MBG dengan catatan adanya perbaikan tata kelola dan pengawasan yang ketat. Mereka juga mendukung proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan program tersebut tanpa pandang bulu.
“Kami mendukung pengusutan kasus dugaan korupsi secara transparan dan objektif. Pada saat yang sama, kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk mengawal proses hukum tersebut secara kritis dan bertanggung jawab,” kata Rahmat.

Ia menegaskan BEM Bersatu akan terus mengawal independensi gerakan mahasiswa agar tetap menjadi kekuatan moral yang berpihak kepada rakyat serta bebas dari kepentingan elite politik mana pun. (red-sjs)
Sumber: Antara





