Aliansi Masyarakat Lampung Minta MBG Dilanjutkan
BANDAR LAMPUNG || MTUNews.com – Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung (AMAL) menggelar aksi damai di Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Senin, untuk menyuarakan dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan. Mereka menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun peningkatan ekonomi.
Perwakilan AMAL, Yunanda, mengatakan aspirasi yang disampaikan merupakan suara masyarakat yang merasakan langsung dampak program MBG, termasuk warga yang bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami menyampaikan aspirasi dari masyarakat kecil yang merasakan langsung manfaat program MBG. Banyak juga yang bekerja di dapur SPPG, sehingga program ini sangat pro-rakyat dan harus dilanjutkan,” ujar Yunanda di Bandarlampung, Senin.

Ia menegaskan, selain membantu pemenuhan gizi anak sekolah, program MBG juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan program ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.
“Di beberapa wilayah seperti Panjang, ada siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar dan sangat terbantu dengan adanya program ini,” katanya.
Yunanda juga menepis anggapan bahwa masyarakat menolak membahas mekanisme program. Menurutnya, yang terpenting adalah keberlanjutan MBG, sementara perbaikan tata kelola dapat dilakukan secara paralel.
“Kami tidak mempersoalkan mekanisme, selama MBG tetap berjalan dan dirasakan manfaatnya. Yang penting program ini tidak dihentikan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang menyalahgunakan anggaran.
“Kami mendukung program ini, tetapi tata kelolanya harus diperbaiki. Jika ada oknum yang korupsi, harus diproses hukum seadil-adilnya,” ujarnya.
Sementara itu, relawan MBG, Safri, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia menyebut MBG tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga memberinya pekerjaan tetap setelah sebelumnya menganggur.
“Saya bekerja di SPPG Lampung Tengah. Sebelumnya pengangguran, sekarang punya penghasilan dan bisa membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Hal senada disampaikan relawan MBG asal Lampung Timur, Yunita, yang bekerja sebagai petugas kebersihan di SPPG. Ia mengaku program tersebut memberikan kepastian pendapatan yang sebelumnya tidak ia miliki saat bekerja sebagai buruh tani.
“Saya sudah tujuh bulan bekerja di SPPG. Sekarang ada gaji tetap, dan itu sangat membantu kehidupan saya,” ujarnya.
Dalam aksinya, AMAL menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah mempertahankan dan melanjutkan Program MBG sebagai program prioritas nasional, memperluas jangkauan manfaat program, serta memastikan pemerataan penerima manfaat.
Mereka juga menuntut penguatan pengawasan publik, audit menyeluruh terhadap tata kelola program, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyalahgunakan anggaran MBG tanpa pandang bulu. (red-ms)











