Jurnalis AS Bertekad Dirikan Partai Ketiga
WASHINGTON || MTUNews.com – Jurnalis asal Amerika Serikat, Tucker Carlson, menyatakan tekadnya untuk mendorong pembentukan partai politik ketiga sebagai alternatif di luar Partai Republik dan Partai Demokrat.
“Itu bukan demokrasi. Itu adalah negara satu partai yang berpura-pura menjadi negara demokrasi, dan sistem itu harus diubah. Akan ada partai ketiga, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya,” ujar Carlson dalam wawancara dengan Columbia Journalism Review, dikutip Rabu (1/7).
Meski berkomitmen mendukung pembentukan partai baru, Carlson menegaskan dirinya tidak berniat menjadi calon yang diusung oleh partai tersebut.

Sebelumnya, pada April lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik sejumlah jurnalis, termasuk Tucker Carlson, Candace Owens, Megyn Kelly, dan Alex Jones, karena menentang keputusannya melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Pemilu paruh waktu (midterm elections) Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026. Sejumlah analis menilai Partai Republik berisiko kehilangan mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS kepada Partai Demokrat.
Menurut para pengamat, potensi penurunan dukungan terhadap Partai Republik dipengaruhi oleh merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Trump, terutama setelah kampanye militer terhadap Iran dan kenaikan harga energi.
Sementara itu, pada Desember 2025, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa miliarder Elon Musk sempat berencana mendirikan partai politik baru bernama “Partai Amerika”. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Wakil Presiden JD Vance meyakinkan Musk agar tetap mendukung Partai Republik.

Menurut laporan The Washington Post, Vance khawatir kehadiran partai baru akan memecah basis suara konservatif dan melemahkan peluang Partai Republik dalam Pemilu Paruh Waktu 2026. Setelah pembicaraan tersebut, Musk memutuskan mengalihkan dukungannya kepada Partai Republik.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti.










