Marak Isu Beras Sintetis, Warga Madina Diminta Tetap Waspada
MTUNews – Maraknya isu beras sintetis yang saat ini merisaukan warga Medan, cepat menyebar ke wilayah lain di Sumatera Utara. Awalnya berita tersebut berasal darisatu keluarga yang khawatir akan beras yang dibeli merupakan beras sintetis karena ada aroma plastik ketika dimasak.
Kondisi tersebut langsung membuat waswas masyarakat dengan informasi bahwa beras sintetis beredar di pasaran, termasuk di Kabupaten Mandailingnatal.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, meski isu tersebut sedang marak namun di kabupaten Madina ini belum ada laporan dari warga yang mendapatkan beras sintetis tersebut saat berbelanja di Pasar Lama Panyabungan.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Madina Drs Parlin Lubis, MSi mengungkapkan, pengawasan obat dan makanan dilakukan BPOM.
Menurut Parlin Lubis, ada penilaian suatu produk sebelum diijinkan beredar yakni meliputi evaluasi terhadap keamanan, manfaat dan mutu produk obat dan makanan.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (Ketapang) Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, saat ditanya tentang keberadaan beras sintetis, juga membenarkan bahwa beras tersebut belum ditemukan di Madina.
“Sampai saat ini belum ditemukan,” tegas Taufik.

Menurut informasi, beras sintesis memiliki warna bening. Beras plastik sintesis mengeluarkan aroma sangit (berbau seperti bau kerak gosong) saat dimasak.
Sebelumnya, Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution telah mengimbau warga Madina agar selalu berhati-hati dengan peredaran beras sintesis.
“Kita meminta masyarakat agar waspada, kita tidak bilang beras sintesis sudah masuk ke Madina, tapi warga kita minta waspada, belanjalah di toko beras yang sudah resmi mendapat izin dari pemerintah,” ujar Jafar Sukhairi Nasution.
Sementara itu menanggapi informasi tersebut, Plt Menteri Pertanian, Arief Prasetyo Adi pun angkat bicara. Dia menduga adanya isu beras sintetis ini karena ada pihak-pihak yang tidak suka akan impor beras yang dilakukan pemerintah. (*/GHP)












