MTU News
Beranda Ekonomi & Bisnis BPS: Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Indonesia di Kuartal III Tahun Ini

BPS: Konsumsi Rumah Tangga Topang Ekonomi Indonesia di Kuartal III Tahun Ini

Ilustrasi/emitennews

Jakarta – Inflasi Republik Indonesia yang terjaga merupakan hasil nyata dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID). Kebjakan tersebut diaplikasikan melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5%±1% pada 2024.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa dari segi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 dengan kontribusi pertumbuhan 2,63 persen year on year (yoy).

“Konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring terkendalinya inflasi,” ujar Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers PDB Kuartal III-2023 di Jakarta, Senin (6/11).

Amalia menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi dikontribusikan oleh sektor Transportasi dan Komunikasi, yang tercermin dari peningkatan penjualan sepeda motor dan penumpang angkutan rel, laut dan udara, serta restoran dan hotel.

“(Hotel) tercermin dari peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel,” jelas Amalia.

Menurutnya, sebenarnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap sumber pertumbuhan pada kuartal III-2023 relatif lebih kecil dibandingkan kontribusi pada kuartal II-2023 lalu yang sebesar 2,77 persen (yoy) dan kuartal III-2022 yang sebesar 2,81 persen (yoy).

“Karena konsumsi rumah tangga telah mencapai puncaknya pada kuartal II-2023,” ujar Amalia.

Yang dimaksud dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga adalah pengeluaran atas barang dan jasa oleh rumah tangga residen untuk tujuan konsumsi akhir. Konsumsi akhir yang dimaksud adalah konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Selain konsumsi rumah tangga, komponen yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023, yaitu komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,81 persen (yoy), diikuti oleh komponen Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 0,07 persen (yoy).

Dari sisi pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06 persen (yoy), komponen PMTB tumbuh 5,77 persen (yoy), dan komponen LNPRT tumbuh 6,21 persen (yoy).

“PMTB didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan, kendaraan, CBR, serta produk kekayaan intelektual, sedangkan LNPRT didorong oleh peningkatan aktivitas partai politik,” ujar Amalia.

Namun demikian, pada kuartal III-2023 terdapat tiga komponen yang mengalami kontraksi yaitu impor, ekspor dan konsumsi pemerintah yang secara berurutan mengalami kontraksi masing- masing minus 6,18 persen (yoy), minus 4,26 persen (yoy) dan minus 3,76 persen (yoy).

Untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga, ada faktor yang paling menentukan diantaranya yaitu tingkat pendapatan rumah tangga. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga atau masyarakat secara keseluruhan maka akan semakin tinggi pula tingkat konsumsi. (Antara/GHP)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan