Drama VAR Lagi, 5 Gol Dianulir, dan 2 Kartu Merah di Derbi London
London – Duel tim sekota berlangsung panas di laga derbi dua tim elit kota London, saat Tottenham Hotspur menjamu Chelsea FC di Stadion Tottenham Hotspur, Selasa (7/11) dinihari WIB. Drama VAR kembali terjadi dimana 5 gol dianulir dan 2 kartu merah dikeluarkan oleh wasit Michael Oliver.
Alhasil, bermain dengan 9 orang pemain di atas lapangan Tottenham harus tumbang untuk pertama kalinya di Premier League musim ini, ditekuk habis 1-4 oleh skuad Pochettino.
Laga dari awal sudah berjalan panas, dimana kedua tim mengembangkan permainan terbuka, dan The Lily Whites membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-6 lewat tembakan Dejan Kulusevski yang membentur pemain bertahan Chelsea. Bola berbelok arah sehingga sukar diselamatkan kiper Robert Sanchez. 1-0 Tottenham memimpin.

Namun pelatih Mauricio Pochettino tidak tinggal diam, pelatih asal Argentina itu nampak sudah mempersiapkan tim dengan matang untuk menghadapi taktik pressing ketat dari tim yang pernah dibesutnya itu.
Tiga pilar tengah Chelsea, Enzo Fernandez, Moises Caicedo dan Connor Gallagher bermain lugas untuk menutup pergerakan playmaker tuan tumah, James Maddison. Sementara Raheem Sterling dan Cole Palmer menekan Pape Matar Sarr dan Yves Bissouma sehingga pasukan Ange Postecoglou harus bermain keras menghalau pergerakan lawan.
Di menit 12 Son Heung-min sebenarnya berhasil menggandakan keunggulan, namun VAR ‘bersaksi’ bahwa kapten tim Tottenham itu telah offside sebelum Brennan Johnson mengumpan bola.
Sterling sempat menyamakan kedudukan di menit 21, namun Video Asistant Referee (VAR) membatalkan gol tersebut karena penyerang sayap itu dianggap terlebih dulu handsball. Tujuh menit kemudian giliran Caicedo yang mencetak gol indah mendatar ke gawang kiper Guglielmo Vicario. Namun kembali drama VAR terjadi karena Michael Oliver menganulir gol tersebut, bahkan lewat VAR pula keputusan menyesakkan harus diterima Tottenham.

Christian Romero terlihat melakukan pelanggaran keras di kotak penalti dan mendapat kartu merah langsung, sehingga Son Heung-min dan kawan-kawan harus bermain dengan sepuluh orang di atas lapangan. Selain kartu merah wasit juga memberi Chelsea hadiah penalti yang sukses dieksekusi Cole Palmer.
Bencana bagi Tottenham dimulai di babak kedua saat bek kiri Destiny Udogie harus menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Sterling di area pertahanan, yang membuat tuan rumah harus meneruskan permainan dengan 9 pemain sejak menit ke-55.
Unggul jumlah pemain, tim tamu cukup sabar untuk menggoyahkan fisik lawannya tersebut, sementara pelatih Postecoglou tidak juga merubah formasi dan strategi permainannya. Pressing yang diterapkan oleh Tottenham sudah tidak cocok saat dimainkan dengan 9 pemain di atas lapangan, karena saat pemain bertahan mereka melakukannya hingga naik sampai setengah lapangan, Chelsea segera menghukum dengan mengandalkan kecepatan Nikolas Jackson serta Raheem Sterling.
“”Saya pikir kami pantas menang. Tottenham tampil bagus pada 15 menit pertama, kemudian kami menguasai permainan. Performa kami bagus dan memaksa mereka melakukan kesalahan,” ujar pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino.

Jackson mencetak hattrick dengan mudah yang proses ketiga golnya pun mirip, saat pemain Tottenham kehilangan bola, pressing ala Postecoglou membuat pemain bertahan mereka terlalu naik ke atas, sehingga bola yang diletakkan Sterling, Palmer, dan Gallagher sulit dikejar tiga bek lawan.
Sementara dua gol lagi yang dianulir wasit masing-masing oleh Nikolas Jackson dan Eric Dier yang sama-sama dibatalkan karena dianggap offside.
“Saya pikir seperti itulah jalannya pertandingan,” ujar pelatih Postecoglou. “Saya tidak menyukainya karena saya diberitahu bahwa itulah yang akan terjadi. Dengan intervensi VAR, rasanya seperti banyak orang yang berdiri.
“Pada titik tertentu kami harus menerima keputusan wasit,” tegasnya.

Hasil ini membuat Chelsea untuk sementara naik ke posisi 10 dengan nilai 15 sedangkan Tottenham tertahan di peringkat kedua dengan 26 angka. (espn/GHP)












