MTU News
Beranda Headline Terkini Korban Banjir Longsor Humbahas Berharap Pemerintah Membantu Pembangunan Rumah Mereka.

Korban Banjir Longsor Humbahas Berharap Pemerintah Membantu Pembangunan Rumah Mereka.

Rumah terdampak Banjir dan Longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Foto: diambil Kamis 7 Desember 2023

Humbang Hasundutan – Korban banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), Banjir dan Longsor pada 1 Desember Malam lalu, berharap dibantu oleh Pemerintah biaya pembangunan kembali rumah-rumah mereka.

Riyanti Br Siahaan (39) kepada MTU News, Kamis (7/12/2021) mengungkapkan, pihaknya sudah kehilangan harta benda akibat bencana yang terjadi tersebut. Sementara saat ini pemerintah masih focus terhadap pencarian korban, sehingga pembersihan rumah dan lumpur berdiri dilakukan oleh masyarakat secara swadaya.

“sampai saat ini (Pemerintah) masih focus pada pencarian mayat, jadi kearah sini (pembersihan rumah terdampak) belum ada disentuh, jadi kami bersihkan sendiri.” Kata Riyanti.

 



Menurut korban, pihak pemerintah ada menjanjikan bertanggungjawab menanggung pembangunan rumah yang terdampak, tetapi pemerintah sempat mewacanakan relokasi bagi para korban, namun usulan tersebut ditolak sebagian korban.

Harapan korban, pemerintah membantu pebangunan rumah-rumah mereka yang rusak, dan tidak dilakukan relokasi. Mereka menolak relokasi karena itu adalah kampung leluhur mereka, sehingga korban mempertahankannya.

“kemarin pemerintah mngatakan bahwa mereka bertanggungjawab atas pembangunan ini semua, tetapi mereka mengatakan kalau rencananya relokasi. Tapi itu masih rencana. Tapi harapan kami tetap bisa tinggal disini, tinggal mencari solusi bagaimana tidak terjadi kejadian seperti ini.” Korban yang bermarga Manulang, Kamis (7/12/2023).

Sementara Riyanti Br Siahaan menambahkan, pihaknya tetap menginginkan tinggal di tanah leluhurnya. “kalau saa pribadi tetap tidak mau relokasi, kalau pemerintah tidak memberikan bantuan karena saya tidak mau direlokasi, biarlah saya cari untuk membangun sendiri.” Papar Riyanti.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan