Perhelatan Catur YNPS CUP III Kembali Memikat Minat Pecinta Catur di Taput
TAPUT, MTUNews.com – Yayasan Nelson Pandapotan Sitompul (YNSP) dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) Tapanuli Utara (Taput) mengadakan turnamen catur tingkat pelajar tahun ketiga berturut-turut.
Kompetisi yang bertujuan untuk merangsang kecerdasan otak ini diadakan setahun sekali dengan ketatnya persaingan, melibatkan peserta dari SD, SMP, dan SMA dari 15 kecamatan di Kabupaten Taput, Sumatra Utara.
Menurut Parlaungan Sitompul, ketua panitia turnamen Catur YNPS III, turnamen ini telah diadakan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2019, 2023, dan kembali pada tahun ini. “Terdapat peningkatan peserta setiap tahun,” ujarnya.

Pada tahun 2019, Turnamen Catur Pelajar YNPS I diikuti oleh 350 peserta. Sementara pada Turnamen Catur Pelajar YNPS II tahun 2023, jumlah peserta meningkat menjadi 648, dengan total hadiah mencapai 60 juta rupiah.
“Hasil dari turnamen ini telah terlihat dalam prestasi catur di Kabupaten Toba, dengan salah satu peserta dari sini mengikuti kompetisi di sana,” ungkap Parlaungan Sitompul.
Turnamen catur tingkat pelajar Tapanuli Utara ketiga ini telah resmi dibuka dan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2024 di Desa Sitompul, Kecamatan Siatas Barita, dengan jumlah peserta mencapai 294 siswa sekolah dasar dan tingkat SMP serta SLTA.
Dalam acara pembukaan, turut hadir tokoh masyarakat, pemuda, dan pejabat pemerintah, termasuk Ketua Pengadilan Negeri Tarutung dan Ketua Percasi KONI. Satika Simamora, ketua Bunda PAUD Taput, mengapresiasi inisiatif YNSP dalam mengadakan turnamen ini, mengatakan bahwa bermain catur dapat membentuk karakter kritis bagi generasi muda.


“Bermain catur melatih konsentrasi, pemahaman strategi, dan kesabaran. Ini adalah kesempatan bagi anak muda untuk melatih kesabaran dan keterampilan strategi,” ujar Satika Simamora.
Hendra Hutabarat, ketua Percasi KONI Taput, mengapresiasi semangat YNSP dalam menggali bakat atlet catur di daerah ini. Namun, ia menyatakan kesulitan dalam mengadakan even lebih besar karena keterbatasan anggaran.
“Pertimbangan matang diperlukan untuk mengadakan turnamen yang lebih besar, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Percasi,” kata Hendra Hutabarat. (Jumpa Manullang)












