MTU News
Beranda Bencana Alam Pasar Tarutung Tapanuli Utara Dilalap Api: Ratusan Kios dan Lapak Pedagang Hangus Terbakar

Pasar Tarutung Tapanuli Utara Dilalap Api: Ratusan Kios dan Lapak Pedagang Hangus Terbakar

Kebakaran kios milik pedagang Pasar Tarutung pada Minggu 7 April 2024 malam. (Foto : MTUNews-/ Jufri Panjaitan)

TAPANULI UTARA | MTUNews.com – Kebakaran hebat melanda Pasar Tradisional Tarutung, yang terletak di Desa Simamora, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut), pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Humas Polres Taput, Aiptu W. Baringbing, mengungkapkan bahwa kebakaran itu mengakibatkan kerugian besar, dengan data sementara menunjukkan bahwa 198 kios dan 200 unit lapak pedagang beserta isinya menjadi korban si jago merah.

W. Baringbing menjelaskan bahwa upaya pemadaman dilakukan dengan mobil dan peralatan yang cukup signifikan. Empat unit Damkar milik Pemkab Taput, satu unit water Canon Polres Taput, satu unit Damkar Pemkab Toba, satu unit Damkar Pemkab Humbahas, dan satu unit mobil PDAM Taput dikerahkan untuk mengatasi kebakaran yang melanda pasar tersebut.

Menurut W. Baringbing, kebakaran tersebut terjadi dengan cepat karena banyak material bangunan dan isi kios yang mudah terbakar, memungkinkan api dengan cepat merambat ke kios dan lapak pedagang lainnya.

Untuk mengendalikan laju api, dua unit alat berat turun tangan dan merusak beberapa kios sebagai pembatas. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Ratusan kios milik pedagang Pasar Tarutung rata dengan tanah, pada Minggu 8 April 2024 pagi. (Foto : MTUNews-/ Jufri Panjaitan)

Menurut Mauliate Simorangkir, mantan Wakil Bupati Tapanuli Utara periode 2014-2019, saat disampaikan konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), penanganan pemadaman kebakaran tersebut dinilai berlangsung dengan lambat dan tidak efektif. Beliau menyampaikan bahwa sejak tahun 2014, konsep pembangunan pasar tradisional yang modern telah direncanakan.

Mengirimkan Catrin Tampubolon dan Sondang Pane untuk melakukan studi banding ke Yogyakarta dan Solo adalah bagian dari upaya tersebut, dengan tujuan menciptakan pasar yang ramah dan merakyat namun tetap mempertahankan nuansa modern di Tapanuli Utara.

Simorangkir menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban pasar, memastikan akses keluar masuk pasar yang memadai, serta ketersediaan hydrant pump di setiap titik rawan di pasar dan rumah pompa di tepi Sungai Aek Sigeaon. Beliau berpendapat bahwa jika program ini terlaksana dengan baik, kemungkinan terjadinya kejadian serupa seperti saat ini dapat diminimalisir.

Dalam penutupannya, Mauliate Simorangkir menyatakan keyakinannya bahwa kebijakan haruslah diambil dengan bijaksana, meskipun terkadang bisa terasa pahit. Namun, hal tersebut haruslah lebih bermanfaat dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat.

Konsep tersebut mencakup keamanan pasar yang terjaga, akses yang memadai, serta ketersediaan hydrant pump di setiap titik rawan di pasar serta rumah pompa di pinggir Sungai Aek Sigeaon. Mauliate Simorangkir percaya bahwa jika program tersebut terlaksana, kejadian seperti ini bisa diminimalisir.

Mauliate Simorangkir juga menyampaikan kesedihannya atas musibah ini dan meminta pemerintah, terutama Pemerintah Taput, untuk memberikan bantuan segera kepada para korban dalam bentuk materi.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintah adalah untuk bertindak cepat dan tidak menunggu pada pemerintahan berikutnya. Mauliate Simorangkir berdoa agar tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan mengajak semua untuk bersama-sama berdoa dan bersujud atas musibah ini, mencari penghiburan dan pertolongan dari Tuhan Yesus Kristus. (Jufri Panjaitan)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan