Sejak perjalanan dari Kecamatan Sipoholon, Siborongborong, hingga Muara, masyarakat berdiri di sisi jalan sambil melambaikan tangan, meneriakkan dukungan, dan mengacungkan salam dua jari—simbol nomor urut pasangan JTP-DENS. Euforia ini menggambarkan semangat masyarakat untuk perubahan di Pilkada 27 November mendatang.
Kampanye Dimulai dari Desa Huta Ginjang
Desa Huta Ginjang menjadi titik awal kampanye JTP-DENS. Di sana, pasangan calon ini didoakan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pengusaha asli Kecamatan Muara. Sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua, Libra SS Untemungkur. Ribuan warga menyambut dengan sorak sorai dan antusiasme yang tinggi.
Dukungan dari Tokoh Adat dan Pengusaha
Kehadiran tokoh adat dari berbagai marga besar seperti Siregar, Simatupang, dan Aritonang menambah bobot acara tersebut. Mereka bersama-sama menyatakan harapan agar JTP-DENS terpilih dan memberikan perhatian khusus kepada pengembangan pariwisata di Muara. Potensi wisata pasir pantai di kawasan ini, menurut mereka, dapat dioptimalkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Muara memiliki keindahan alam yang luar biasa. Kami berharap JTP-DENS dapat mengembangkan sektor ini agar masyarakat lebih sejahtera,” ujar salah satu tokoh pengusaha lokal.

Pasar Tradisional Jadi Pusat Perhatian
Sebelum melanjutkan kampanye, JTP-DENS menyempatkan diri menyapa masyarakat di pasar tradisional Muara. Kehadiran pasangan calon ini menarik perhatian warga, yang langsung memadati area pasar untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi mereka.
Keamanan Terjaga Ketat
Selama acara berlangsung, Polres Tapanuli Utara mengerahkan personel untuk menjaga keamanan. Petugas sigap mengatur arus peserta dan memastikan kampanye berjalan tertib tanpa hambatan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, JTP-DENS tidak hanya menunjukkan kedekatan dengan masyarakat tetapi juga mempertegas visi dan misi mereka untuk memajukan Tapanuli Utara, khususnya Kecamatan Muara. Dukungan luar biasa ini menjadi indikasi kuat atas antusiasme warga dalam menyambut perubahan. (Therling Sianturi)