Pada putaran pertama, enam calon Sekjen bersaing dengan perolehan suara sebagai berikut:
- Pdt. Rikson Hutahaean: 751 suara
- Pdt. Mangatur Manurung: 720 suara
- Pdt. Banner Siburian: 179 suara
- Pdt. Debora Sinaga: 64 suara
- Pdt. Tampak Hutagaol: 13 suara
- Pdt. Jojor Silalahi: 2 suara
- Suara batal: 4
Ketatnya persaingan mengantarkan dua calon dengan suara terbanyak, yaitu Pdt. Rikson Hutahaean dan Pdt. Mangatur Manurung, ke putaran kedua. Pada putaran final ini, Pdt. Rikson Hutahaean unggul dengan memperoleh 922 suara, mengalahkan Pdt. Mangatur Manurung yang mendapatkan 829 suara, sementara 1 suara dinyatakan batal.
Pemilihan ini menjadi momen penting dalam perjalanan HKBP, mengingat posisi Sekjen adalah jabatan strategis kedua setelah Ephorus.
Salah satu peserta St. Dr. Maya Damanik, MARS, FISQua, CHAE, berharap Sekjen terpilih mampu bekerja sama dengan seluruh jajaran pimpinan HKBP, baik di pusat, distrik, maupun jemaat, demi membawa HKBP menjadi berkat bagi semua orang dan bangsa, salam trasformasi.
Calon-calon lain yang turut berkompetisi berasal dari berbagai latar belakang pelayanan di HKBP, seperti Pdt. Banner Siburian (HKBP Resort Rawamangun), Pdt. Debora Purada Sinaga M.Th (Kepala Departemen Diakonia HKBP), Pdt. Tampak Hutagaol M.Th (HKBP Pardamean Medan), dan Pdt. Jojor Silalahi (dosen UHN Medan).
Dengan terpilihnya Pdt. Rikson Hutahaean, diharapkan HKBP semakin solid dalam menjalankan misi pelayanannya, baik secara internal maupun eksternal, menjawab tantangan zaman, dan terus menjadi terang bagi dunia. (Red-Win)