MTU News
Beranda Nasional Makan Bergizi Gratis, Bahagiakan Pelajar di Tanah Air

Makan Bergizi Gratis, Bahagiakan Pelajar di Tanah Air

JAKARTA || MTUNews.com – Sebagai bentuk komitmen nyata, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat tersalurkan dengan tepat dan mencapai target yang diharapkan. Para siswa SD di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyambut program ini dengan antusias, terlihat dari keceriaan mereka saat menikmati sajian makan siang yang meliputi nasi putih, ayam goreng, tumis sayur, telur rebus, serta tambahan pisang, susu, dan air putih.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir langsung untuk meninjau program uji coba ini. Ia terlihat berkeliling kelas, berbincang dengan siswa dan guru, serta mengumpulkan masukan terkait pelaksanaan MBG. Salah satu siswa dengan riang berkata, “Enak! Senang dapat makan gratis,” saat ditanya oleh Gibran tentang menu yang mereka nikmati.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu unggulan Presiden Prabowo dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di seluruh Indonesia. Dalam tahap uji coba, program ini telah dilaksanakan di lebih dari 80 titik dan akan terus diperluas dengan target 15 hingga 20 juta anak di seluruh Indonesia pada 2025, menggunakan anggaran RAPBN sebesar Rp71 triliun.

Menariknya, menu MBG akan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing. Misalnya, daerah Padang akan mendapatkan makanan khas Padang, sementara di daerah Sunda akan disajikan makanan khas Sunda. Langkah ini bertujuan agar anak-anak dapat menghabiskan makanan yang disajikan sesuai selera dan budaya lokal mereka.

BGN bekerja sama dengan Kodim setempat untuk menjangkau daerah-daerah terpencil serta wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Selain anak sekolah, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui dapur umum yang mampu melayani ribuan penerima manfaat. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengukur keberhasilan program ini, termasuk pemantauan kesehatan anak-anak melalui Puskesmas dan tenaga gizi, serta pengawasan dari BPOM untuk menjaga standar keamanan pangan. (Red.)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan