Duo Nuggets “Mengamuk”, Ganti Rebut Game 3
MTUNews – Jamal Murray dan Nikola Jokic tampil trengginas bagi Denver Nuggets dengan masing-masing mencetak triple-doubles dalam Game 3 Final NBA, Kamis (8/6) WIB. Murray, yang berperan sebagai pointguard Nuggets mengumpulkan torehan 34 angka, 10 rebound dan 10 asis. Sementara Jokic kembali membuat rekor lewat tripple-doubles -nya yang meneror tim-tim lawan di musim ini. Center Nuggets tersebut menutup Game 3 di Kaseya Center dengan 32 poin, 21 rebound plus 10 asis.
Saat kuarter 3 mendekati menit akhir perolehan the Joker saja sudah luarbiasa, menembus 20 poin dan belasan rebound, sementara asis terkunci di 9. Tapi hingga laga usai ‘amukan’ dua andalan Nuggets sulit dibendung. Memang penampilan Jokic dengan triple-double -nya telah menyita perhatian para pengamat dan pelatih tim lawan, terutama torehan asis darinya. Hal yang menakutkan dari permainan Jokic adalah umpan-umpan serta pengaturan posisinya di atas lapangan.
Berkaca dari hasil Game 2, pertanyaan Ramona Shelburne membuat pelatih Miami Heat gusar dan langsung meninggalkan konfrensi pers usai menjawab. Jurnalis ESPN tersebut bertanya pada Erik Spoelstra mana yang lebih disukai dari seorang Jokic menjadi pencetak skor atau sebagai pengumpan?

“Itu pertanyaan konyol!” sergah coach Spo cepat. “Hanya menyimpulkan demikian tentang seorang pemain yang luarbiasa, pemain terbaik dalam dua musim ini. Kau tidak bisa katakan ..’ohh biarkan dia mencetak skor saja… bukan begitu cara mereka bermain karena mereka punya banyak aksi berbeda yang harus dikompromikan, dan kami berusaha keras untuk itu,” tegas Spoelstra.
Kegundahan pelatih Miami itu akhirnya terjawab di Game 3, saat duo Nuggets bergantian rajin menjaringkan bola ke ring timnya. Sementara pemain Nuggets lainnya kembali ke strategi Game 1 menahan para penembak luar Miami Heat beraksi. Michael Porter Jr dan Kentavius Caldwell-Pope memang hanya menorehkan minim angka. Namun keduanya bersama forward Aaron Gordon sukses menghentikan Gabe Vincent dan kawan-kawan.
Guard Miami, Gabe Vincent terpaku dengan 7 poin, sedangkan Max Strus juga harus puas dengan 3 angka. Sementara Caleb Martin, Kyle Lowry dan Duncan Robinson juga tidak berdaya menolong dari bench dengan masing-masing hanya mencetak 10 dan 9 angka saja.
Jimmy Butler memang menjaringkan 28 angka namun upaya forward Heat itu sudah sulit mendongkrak penampilan timnya karena tertinggal 20 angka hingga awal kuarter 4.

“Saya rasa ini pertama kali dalam sejarah NBA, (Murray dan Jokic), mencetak 30 angka dan meraih triple-doubles jadi itu sangat luarbiasa,” ucap Michael Malone. “Kalau mengenai Nikola (Jokic) yah kalian tahulah penampilannya sudah tidak mengejutkanku lagi dan lagi, bahwa dia membangun permainan untuk membuat momentum besar dalam final,” puji pelatih Nuggets itu.
“Dan untuk Jamal (Murray) saya sangat bangga kepadanya, saya telah berbicara banyak dengannya bahwa dia sudah melakukan banyak hal di Game 2 tapi perlu kerja kolektif untuk mencapai juara seperti yang GS (Warriors) lakukan mereka melawan balik untuk merebut pertandingan,” tambahnya.
Game 4 juga akan dimainkan di Kaseya Center, Sabtu (10/6) sebelum Aaron Gordon dan kawan-kawan kembali menjadi tuan rumah di Game 5. Game 4 akan menjadi penentu apakah Denver Nuggets bisa mengalahkan Heat lagi, sebelum menutup final di kandang mereka sendiri. (GHP)











