Arak Ulos Sepanjang 1 Kilo Meter, 3 Kabupaten di Kawasan Toba Peringati Hari Ulos Nasional
Toba – Masyarakat di Kawasan Danau Toba bersama Yayasan Pusuk Buhit mengarak ulos sepanjang 1 kilometer yang diusung sekitar 200 orang, dari kawasan Soposurung hingga jantung kota Balige , kabupaten Toba Senin(16/10/23). Sejak pagi hingga siang hari, masayarakat dari berbagai lapisan dengan antusian berjaan kaki.
Bupati Toba Poltak Sitorus yang turut serta dalam arak-arakan mengungkapkan harapannya:
“berharap tanggal 17 Oktober menjadi Hari Ulos Nasional. Maka, bersama Yayasan Pusuk Buhit, kita turut berharap hari tersebut mendapatkan pengesahan dari negara,” ungkapnya.
Bupati menjelaska jika ulos memiliki nilai terdalam sekaligus identitas masyarakat Batak Toba. Ulos juga memiliki cerita, Ulos juga memperlihatkan karakter masyarakat Batak Toba.
Bulan Oktober identik dengan peringatan Hari Batik Nasional. Namun, tampaknya masih banyak yang belum tahu kalau di bulan yang sama Indonesia juga memperingati Hari Ulos Nasional.
Pada 17 Oktober 2014, ulos atau kain tradisional khas Batak Toba, Sumatera Utara, resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia. Satu tahun kemudian, tepatnya 17 Oktober 2015.
Dari penlusuran MT News, dalam pandangan masyarakat Batak terdapat tiga unsur yang menjadi dasar dalam kehidupan manusia, yakni darah, napas, dan panas. Darah dan napas merupakan pemberian Tuhan, tapi tidak dengan unsur panas. Menurut masyarakat Batak, panas matahari belum cukup untuk mengikis udara dingin. Alhasil, ulos menjadi salah satu sumber panas bagi masyarakat Batak, selain matahari dan api. Seiring waktu berjalan, ulos bukan lagi sekadar kain penghangat tubuh. Ulos menjadi kain yang melambangkan ikatan kasih sayang antara orangtua dan anak-anaknya atau antara satu orang dengan orang lain.
Makna tersebut sesuai dengan filsafat Batak, yakni “Ijuk pengihot ni hodong. Ulos penghit ni halong” yang berarti ijuk pengikat pelepah pada batangnya dan ulos pengikat kasih sayang di antara sesama. Adat mangulosi Dalam budaya Batak, dikenal istilah adat “mangulosi” yang artinya memberi ulos. Mangulosi merupakan bentuk pemberian restu dan kasih sayang dari orangtua kepada anak-anaknya.
Bupati Toba dengan adanya Hari Ulos Nasional juga bisa memberikan semangat bagi pelaku UMKM. Selain itu, Poltak Sitorus mengahrapkan Presiden Joko Widodo bisa menjadi Duta Danau Toba.
“Kita berharap Pak Jokowi bersedia sebagai duta Danau Toba karena ia sendiri memberikan perhatian serius bagi kawasan Danau Toba ini,” tambahnya.
Setelah dari Kabupaten Toba, para pengarak ulos berangkat ke Parapat, Kabupaten Simalungun untuk mengikuti acar puncak Hari Ulos pada hari, Selasa (17/10/2023)
Selanjutnya di agendakan pada akhir Oktober 2023 ini, ulos sepanjang 1 kilometer tersebut bakal diarak di Jakarta tepatnya di Tugu Monas. Lalu mereka bakal rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI terkait usulan Hari Ulos Nasional 17 Oktober.

“Akhir Oktober kita akan ke Jakarta sambil mengarak ulos dan berkeliling di Monas. Sejak tahun 2014, kita sudah berjuang dalam. mengusulkan adanya Hari Ulos Nasional ini sejak tahun 2014,” lanjutnya.
“Maka dengan adanya RDP ini, kita berharap hari ulos itu dapat terjadi,” ungkap Bupati Toba. (Sgt)








