Masyarakat Desa Lingga Tigga Hampir Bentrok, Menuntut PT. Lngga Tiga Sawit di Labuhan Batu di Tutup.
Labuhanbatu – Forum Masyarakat Bersatu Desa Lingga Tiga Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Propinsi Sumatera Utara (Sumut), masih melakukan unjuk rasa hari ini, Kamis (2/11/23). Aksi pada hari ini hampir terjadi anarkis antara massa aksi dengan pihak keamanan perusahaan, yang ingin mengeluarkan armada truk keluar yang diblokade massa aksi.
Massa masih memblokade akses pintu masuk perusahaan, mereka memblokade akses masuk dan keluar hingga tunttan massa dikabulkan.
Aksi unjuk rasa dari Forum Masyakat Desa Lingga Tiga ini dimulai sejak hari Rabu (1/11/23), massa menilai PT Lingga Tiga Sawit (PT. LTS) tidak mempunyai dampak positif bagi masyarakat dan dianggap telah membohongi masyarakat.
Dalam surat edrkan yang diedarkan mereka meniai, Seharusnya dengan berdirinya perusahaan tersebut dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar perusahaan.
Adapun hasil kesepakatan pihak perusahaan dengan warga masyarakat setempat sebagai berikut.
1 Perawatan dan perbaikan pabrik yang menimbulkan polusi asap adalah tanggung jawab pihak perusahaan senantiasa dapat merawat dan menjaga lingkungan sesuai dengan undang undang yang berlaku di negara NKRI.
2 Masalah kerusakan atas rumah / seng yang diakibatkan polusi udara
Advertisement dan abu, sehingga mengakibatkan kebocoran, dan akan dilihat secara bersama sama pihak perusahaan dan Kepala Desa dengan perjanjian akan diperbaiki dengan jarak 150 meter dari perusahaan PT. LTS.
3 Konpensasi untuk kesejahteraan lingkungan Dusun Janji Lobi akan diberikan paket sembako sesuai dengan jumlah kepala keluarga, pada saat hari Raya Aidul Fitri sekali setahun.
4 Mengenai jalan yang berlokasi disamping PKS menuju Dusun Janji Lobi seberang akan diperbaiki pihak perusahaan.
5 PT LTS akan memberikan dana CSR kepada Desa Lingga Tiga untuk pembangunan prasarana dan kepentingan umum sesuai dengan kesepakatan.
6 Dalam hal penerimaan karyawan PT. LTS akan memaksimalkan masyarakat Dusun Janji Lobi menjadi karyawan sesuai dengan kebutuhan kriteria tenaga kerja pada pengelolaan minyak goreng, namun semua itu oleh perusahaan diabaikan begitu saja, ujar salah seorang warga Desa Lingga Tiga yang tidak mau disebut.
Namun sampai saat ini kesepkatan belum memenuhi itu oleh pihak perusahaan sehingga, pada aksi hari Rabu (1/11/23) masa sempat membakar ban bekas di akses keluar masuk perusahaan.
Aksi unjuk rasa ini di kawal ketat oleh Personil Polres Labuhanbatu dan Polsek Bilah Hulu, pelaksanaan unjuk rasa masih berjalan dengan tertib dan kondusif. (Sgt)









