Mulai Januari 2024, Australia Larang Impor Vape Sekali Pakai
Melbourne – Vape (vaporizer elektrik/ rokok elektrik) kini menjadi alternatif rokok yang populer baik di kalangan anak muda atau orang dewasa. Bahkan saking populernya kini bagi vapers pemula, tidak perlu repot-repot untuk isi ulang likuid atau pun isi daya dan perawatan alat, sudah disediakan disposable pod atau pod sekali pakai.
Pod sendiri merupakan salah satu jenis rokok elektrik dengan kegunaan untuk mengisap nikotin melalui corong yang terhubung dengan magnet pada bagian badan mesin vape.
Menteri Kesehatan Australia Mark Butler mengatakan bahwa Australia melarang impor vape (rokok elektrik) sekali pakai mulai Januari 2024 sebagai upaya menekan penggunaan perangkat yang mengandung nikotin tersebut pada generasi muda.

Menkes Butler, seperti yang dilaporkan Reuters, dalam pernyataannya, Selasa (28/11) lalu, mengatakan bahwa larangan tersebut akan diperluas pada Maret yang mencakup larangan impor semua jenis non-terapi, termasuk vape isi ulang. Sementara importir vape untuk keperluan medis membutuhkan izin dari dari Kantor Pengawasan Obat (ODC).
Sebagai bagian dari peraturan itu, dana sebesar 75 juta dolar Australia dialokasikan kepada Petugas Perbatasan Australia dan Therapeutic Goods Administration – badan yang meregulasi obat-obat dan barang-barang terapeutik – guna menegakkan aturan-aturan baru tersebut.
Aturan baru yang ditambahkan pada tahun berikutnya itu juga menerapkan larangan-larangan yang sama terhadap pabrik-pabrik domestik.
“Ada vape kemasan unicorn berwarna merah muda, rasa permen karet yang disembunyikan untuk mereka di kotak pensil,” ungkap Butler.

Menkes Butler mengatakan vape tersebut ternyata bukan yang bersifat terapi, yakni untuk membantu perokok berat meninggalkan kebiasaan merokok.
“Tetapi ini adalah barang-barang yang sengaja menargetkan anak-anak agar mereka kecanduan nikotin,” kata Butler.
Berdasarkan data pemerintah setempat, tingkat perokok di Australia termasuk rendah di antara Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), namun pengguna vape di Australia semakin berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Pemerintah Australia mengatakan bahwa satu dari lima pemuda berusia 18 hingga 24 tahun menggunakan vape.
Pelarangan vape yang pertama kali dibahas pada Agustus lalu, bertujuan menekan penggunaan perangkat tersebut sebagai respon terhadap penelitian yang menunjukkan potensi bahaya jangka panjang atas penggunaannya.

Dokter dan perawat di Australia akan diberikan wewenang untuk meresepkan vape terapeutik mulai Januari agar larangan tersebut tidak membatasi akses perokok yang ingin berhenti.Vape jenis terapeutik akan dilarang menggunakan rasa, memiliki kadar nikotin yang terbatas, dan dijual dalam kemasan farmasi. Aturan tersebut akan diperkenalkan tahun depan sehingga memberikan waktu transisi bagi produsen untuk mematuhinya. (Antara/tje)











