MTU News
Beranda Kesehatan Kemenkes Terbitkan SE tentang Kejadian Mycoplasma Pneumonia

Kemenkes Terbitkan SE tentang Kejadian Mycoplasma Pneumonia

Ilustrasi / Ist

Jakarta – Usai wabah Corona Virus (Covid-19) kini dunia tengah dihantui oleh wabah penyakit pernafasan misterius pneumonia yang sedang menghantam Tiongkok, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sampai menghimbau orang-orang di Tiongkok.

Kasus ‘pneumonia yang tidak terdiagnosis’ ini telah terdeteksi di rumah sakit di Beijing dan di Liaoning, sebuah provinsi yang berjarak 500 mil di timur laut ibu kota. Dari informasi yang berhasil dihimpun wabah ini telah membuat fasilitas kesehatan kewalahan menangani anak-anak yang sakit dan menyebabkan sekolah-sekolah hampir ditiadakan.

Menyikapi hal tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kepada masyarakat guna mencegah merebaknya wabah Mycoplasma pneumonia.

“Pertama, rekomendasi vaksin untuk melawan influenza, COVID-19, dan patogen pernapasan lainnya jika diperlukan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi dalam diskusi terkait Mycoplasma pneumonia yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (1/12).

Kedua, tambah Imran, yaitu dengan menjaga jarak dengan orang yang sakit, dan ketiga dengan tetap tinggal di rumah dan tidak berpergian saat sakit atau melakukan isolasi mandiri.

“Empat, menjalani tes dan perawatan medis sesuai kebutuhan. Lima memakai masker sebagaimana mestinya,” ujarnya. Enam, Imran menyebutkan, memastikan ventilasi yang baik serta ketujuh membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencuci tangan pakai sabun antiseptik dan air mengalir.

“Terakhir, segera ke fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan) terdekat jika ada tanda gejala, batuk dan/atau kesukaran bernapas disertai dengan demam,” tambahnya.

Dikutip dari ANTARA, sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi penularan Mycoplasma pneumonia di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: PM.03.01/C/4632/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.

“Penerbitan surat edaran tersebut bertujuan mengantisipasi penyebaran pneumonia di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu secara terpisah.

Dalam Surat Edaran tersebut, Maxi meminta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemantauan perkembangan kasus dan negara terjangkit di tingkat global serta meningkatkan kewaspadaan dini dengan melakukan pemantauan kasus yang dicurigai pneumonia.

Maxi juga meminta KKP untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang (awak, personel, dan penumpang), alat angkut, barang bawaan, lingkungan, vektor, binatang pembawa penyakit di pelabuhan, bandar udara dan pos lintas batas negara, terutama yang berasal dari negara terjangkit.

Berdasarkan laporan epidemiologi, terjadi peningkatan kasus Mycoplasma Pneumoniae di China sebesar 40 persen, lainnya berupa influenza, SARS COV-2 dan sebagainya. Mycoplasma pneumoniae sendiri adalah jenis bakteri yang sangat kecil di kelas Mollicutes yang menyebabkan infeksi di paru-paru.
Namun mengapa pneumonia kali ini menjadi ‘misterius’ adalah banyaknya anak-anak yang terkapar di rumah sakit di Tiongkok padahal seharusnya gejala yang ditimbulkan oleh bakteri ini termasuk penyakit ringan saja, Masih diselidiki adakah pengaruh lain terhadap bakteri ini yang menyebabkan ‘wabah misterius’. (*/tje)

 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan