MTU News
Beranda Daerah 8 Meninggal ,20 Pendaki Masih Terjebak Letusan Gunung Marapi

8 Meninggal ,20 Pendaki Masih Terjebak Letusan Gunung Marapi

Letusan Gunung Marapi Sumatra Barat (Foto:Istimewa)

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    Berdasarkan data BKSDA  Sumatera Barat ketika gunung Marapi erupsi Minggu (3/12) ,jumlah pendaki yang yang berada di atas gunung berjumlah 75  orang.

    Sementara data dari Kabag Ops SAR kelas A Padang dari jumlah tersebut  hingga Senin (4/12) pukul 7.00 WIB , 45 orang sudah dievakuasi dalam keadaan selamat. Kemudian operasi SAR berikutnya berhasil mengevakuasi 6 orang pendaki ,tiga diantaranya meninggal dunia, sehingga yang tersisa dan belum bisa dievakuasi berjumlah 20 orang.

    “Hingga pukul 18.00 WIB (Senin) sudah ada enam orang kita evakuasi, tiga kondisi selamat dan tiga lagi meninggal dunia,” ujar Kepala Kantor SAR Kota Padang Abdul Malik ,Selasa (5/12).

    Keenam korban yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan itu, ditemukan disekitar puncak Gunung Marapi.

    Abdul menambahkan bahwa dari 20 pendaki yang belum dievakuasi, 8 orang diketahui sudah meninggal dan 12 orang belum ditemukan lokasinya.

    Direncanakan Tim SAR akan melanjutkan proses evakuasi 20 pendaki yang masih terjebak di Gunung Marapi, Selasa (5/12).

    Data data website BKSDA Sumbar, saat terjadi erupsi Gunung Marapi yang terletak di dua daerah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, Minggu (3/12/2023), ada 75 pendaki yang berada di atas gunung.

    “Ada 12 orang pendaki lagi yang masih dalam pencarian,” tuturnya.

    Jenazah Diserahkan

    Sementara itu jenazah ketiga korban erupsi Marapi berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Sumbar, Senin (4/12)

    Bersadarkan informasi melalui papan pengumuman, jenazah dengan kode 003 tersebut teridentifikasi bernama Nazatra Adzin Mufadal (22) asal Pekanbaru. Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril mengatakan saat ini pihaknya sedang dalam proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.

    “Keluarganya sudah lengkap, apa yang kita butuhkan sudah lengkap, kita komunikasikan dengan Kabid Dokkes,” ujar drg.Busril.

    Sebelumnya, dua jenazah sudah terdentifikasi atas nama Muhammad Adan (21) asal Pekanbaru dan Muhammad Teguh Amanda (20) asal Padang. Jenazah Muhamad Adan telah diserahkan ke pihak keluarga dan akan disemayamkan di Pekanbaru.

    Di sisi lain, Kepala Humas RSAM Bukittinggi, Arfida mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari tim yang berada di lokasi terkait akan dilanjutkan atau tidaknya proses identifikasi pada hari ini.

    “Belum tau sampai kapan, karena kita masih menunggu konfirmasi dari tim yang berada di lapangan,” ujarnya.

    Dua Pendaki Tinggalkan Rumah Sakit

    Dari RSAM Bukit Tinggi dikabarkan dua dari tiga korban erupsi gunung Marapi sudah meninggalkan  rumah sakit.

    Kepala Humas, Arfida, S.kep, Mm mengatakan dua dari korban yang sudah meninggalkan rumah sakit yaitu korban yang mengalami luka bakar 45 persen dan satu korban yang alami patah tulang.

    “Yang sudah meninggalkan RSAM itu ada dua orang. Pertama yang korban luka bakar 45 persen atas nama ZZF atau Efi dan korban dengan kondisi patah tulang,” ujarnya , Senin (4/12).

    Arfida menambahkan bahwa korban yang dibawa ke RSUD M Djamil Padang atas permintaan keluarga. Sementara korban yang mengalami luka patah tulang sudah pulang tadi malam.

    “Korban patah tulang sudah ditangani tadi malam dan langsung pulang tadi malam,” pungkasnya.

    Sebelumnya diberitakan, RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi merawat pendaki korban erupsi Gunung Marapi, Minggu (4/12/2023).

    Busril mengatakan pihaknya saat ini melakukan penanganan secara intensif terhadap para korban.

    “Kita memberikan penanganan secara intensif kepada pasien, khususnya pasien yang terkena luka bakar,” katanya.

     

     

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan