MTU News
Beranda Ekonomi & Bisnis Dollar AS Menguat terhadap 6 Mata Uang Asing, Masih Tunggu Laporan Kinerja Hari Jumat

Dollar AS Menguat terhadap 6 Mata Uang Asing, Masih Tunggu Laporan Kinerja Hari Jumat

Ilustrasi/ Ist

New York – Dolar AS dilaporkan menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal tersebut didorong oleh Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Institute for Supply Management (ISM) AS yang lebih baik dari perkiraan untuk November ini.

Indeks dolar yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainnya menguat 0,33 persen menjadi 104,0498. ISM menyatakan pada Rabu (6/12) pagi ini bahwa PMI nonmanufaktur naik menjadi 52,7 pada November dari 51,8, lebih baik dari ekspektasi konsensus sebesar 52,4. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan di industri jasa, yang menyumbang lebih dari dua pertiga perekonomian negara tersebut.

Secara umum indeks dolar bertahan stabil di 103,7, menyusul kenaikan 0,5% di sesi sebelumnya, dengan investor mencerna data terkini dan menunggu laporan kinerja bulanan yang dijadwalkan baru keluar pada hari Jumat. Bulan Oktober data menunjukkan terjadi penurunan signifikan dalam lowongan pekerjaan, itu merupakan titik terendah dalam hampir 2-½ tahun, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja sedang melemah.

Survei ISM melaporkan percepatan pertumbuhan sektor jasa ke level tertinggi dalam 3 bulan di bulan November, melampaui ekspektasi. Ke depan, proyeksi menunjukkan upah non pertanian (nonfarm payrolls) kemungkinan meningkat sebesar 170 ribu pada bulan November, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tidak berubah pada level tertinggi dalam 22 bulan sebesar 3,9%, dan pertumbuhan upah diperkirakan akan melambat menjadi 4%, yang merupakan level terendah sejak Juni 2021.

Pekan lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pengaturan moneter saat ini “berada dalam wilayah yang membatasi,” namun memperingatkan bahwa hal ini “prematur” untuk mengantisipasi pelonggaran kebijakan.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun ke 1,0784 dolar AS dari 1,0828. Pound Inggris turun ke 1,2582 dolar AS dari 1,2622 dolar AS.

Sementara itu, dikutip dari Xinhua, dolar AS mencapai 147,2500 yen Jepang, lebih rendah dari 147,2990 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8754 franc Swiss dari 0,8730 franc Swiss.

Selanjutnya, dolar AS menguat menjadi 1,3586 dolar Kanada dari 1,3543 dolar Kanada dan dolar AS menguat menjadi 10,4986 krona Swedia dari 10,4473 krona Swedia.

The HCOB Eurozone Composite PMI Output Index, yang menggabungkan sektor manufaktur dan jasa, tercatat 47,6 untuk bulan November. Data tersebut menunjukkan penurunan yang berkelanjutan di tingkat keluaran sektor swasta di seluruh zona euro.

Data PMI Jasa Inggris November meningkat menjadi 50,9 dari Oktober 49,5, menunjukkan ekspansi untuk pertama kalinya dalam empat bulan. PMI Komposit juga naik menjadi 50,7, melewati angka kritis 50 untuk pertama kalinya sejak Juli lalu. (Antara/tradingeconomics/tje)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan