MTU News
Beranda Headline Terkini Bupati Humbahas Ikut Ibadah Arwah dan Tabur Bunga di Pinggir Danau Toba untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor.

Bupati Humbahas Ikut Ibadah Arwah dan Tabur Bunga di Pinggir Danau Toba untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor.

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjar Nahor, melakukan Tabur Bunga di tepian Danau Toba untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Desa Simangulampe, Sabtu(16/12/2023)

Humbang Hasundutan – Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjar Nahor menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap para korban banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), pada ibadah arwah dan tabur bunga di pinggiran Danau Toba, Sabtu (16/12/2023).

Isak tangis keluarga korban bencana banjir bandang dan longsor mewarnai acara ibadah arwah dan tabur bunga di pinggiran Danau Toba tersebut yang juga ikuti oleh Bupati Humbahas.

“Segala daya dan upaya dari semua pihak terutama dari Tim Basarnas telah melakukan pencarian, namun masih ada 10 orang lagi yang tidak ditemukan,” ucapnya.

Dosmar menyampaikan, sebagai umat beragama dan mengikuti adat istiadat sehingga dilaksanakan ibadah arwah dan tabur bunga tersebut.

“Duka yang mendalam ini kiranya memberi kita hikmad dan bijaksana untuk menyongsong hari depan. Selama masih terbit matahari dari timur, masih ada pengharapan dimasa depan. Kami berdoa, air mata yang bercucuran ini akan dibalas oleh Tuhan dengan suka cita bagi keluarga korban,” ungkap Dosmar.

Pihaknya menyampaikan, setelah pencarian diberhentikan maka yang menangani bencana banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe adalah BPBD, Dinas PUTR dan Dinas PKP untuk melakukan pembersihan di lokasi bencana.

Bupati menginstruksikan agar Dinas Sosial memberitahukan kepada masyarakat bantuan-bantuan dari semua pihak, tidak boleh ada sebutir telur pun yang tidak disampaikan.

“Ke depan kita sesegera mungkin akan membangun rumah sebanyak 51 unit dan sudah disepakati oleh BNPB. Oleh karena itu agar sesegera mungkin dipersiapkan lahan untuk pembangunan rumah bagi keluarga korban,” jelasnya.

Saat tabur bunga di pinggiran Danau Toba, isak tangis keluarga korban pecah karena tak kuasa kehilangan saudaranya akibat bencana tersebut. Rasa Duka sangat terasa, apa lagi salah seorng keluarga korban histeris memanggil manggil anaknya yang belum ditemukan.

“Didia do ho boru (Dimananya kau putriku),” tangis seorang ibu salah seorang korban.

Banjir bandang dan longsor yang menerjang Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Humbahas terjadi, Jumat (1/12/2023) malam lalu. 12 korban dalam bencana ini, dan hanya dua orang korban meninggal dunia yang bisa ditemukan.

Pencarian para korban yang 10 orang hilang belum diketemukan hingga dihentikan secara resmi oleh Basarnas, Kamis (14/12/2023) sore kemarin setelah 13 hari dilakukan pencarian.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan