Ingin Turunkan harga EV, Nissan bidik Baterai LFP yang lebih Murah untuk Saingi BYD
Tokyo – Nissan berencana memproduksi baterai lithium iron phosphate (LFP) untuk menurunkan harga kendaraan listrik. Dengan bahan yang lebih murah, pembuatan baterai ini sekitar 20% hingga 30% lebih murah dibandingkan baterai lithium-ion dengan NCM.
Langkah Nissan ini akan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan BYD , pembuat baterai LFP terkemuka.
Pada bulan November tahun lalu Nissan berhasil dikalahkan oleh BYD Tiongkok dalam penjualan kendaraan penumpang, yang membuat produsen mobil Yokohama Jepang tersebut memiliki rencana untuk mendapatkan kembali pangsa pasarnya.

Menurut laporan baru dari Nikkei , Nissan berencana mulai memasang baterai LFP yang lebih murah di kendaraan listrik. Kendaraan listrik tersebut akan dijual di pasar negara berkembang pada awal tahun 2026, demikian menurut laporan tersebut.
Meskipun baterai LFP lebih murah hingga 30% untuk diproduksi dibandingkan baterai lithium dengan nikel, kobalt, dan mangan (NCM), baterai tersebut juga memiliki kepadatan energi yang lebih rendah.
Baterai LFP memiliki jangkauan berkendara sekitar 20% hingga 30% lebih sedikit dibandingkan NCM. Namun, hal ini mungkin cocok untuk wilayah saat ini. Nissan saat ini sedang mengembangkan teknologi baterai baru di fasilitas penelitian dan pengembangannya di Jepang. Laporan tersebut menyebutkan Nissan mungkin akan memproduksi baterai LFP sendiri di pabriknya di Yokohama, dan di fasilitas lainnya.
Nissan memperkirakan baterai baru tersebut akan digunakan pada kendaraan listrik pada awal tahun 2026. Saat ini Nissan sedang mencari mitra untuk memajukan teknologi tersebut dan dapat mengimpor dari luar perusahaan.

Sementara itu BYD mendominasi pasar baterai LFP dengan pangsa pasar 41,1% hingga November lalu. Saingannya CATL berada di urutan kedua dengan 33,9% saham.
Baterai Blade BYD digunakan pada kendaraan listrik yang dijual secara global. BYD Seal listrik dengan BYD Blade diklaim memiliki jangkauan hingga 435 mil (700 km). BYD meluncurkan sedan listrik di Meksiko bulan lalu, dengan harga mulai dari $44,600.
Baterai Blade BYD memainkan peran penting dalam mengungguli Tesla menjadi pemimpin penjualan kendaraan listrik global dalam tiga bulan terakhir tahun 2023. Produsen mobil Tiongkok ini menjual hampir 1,6 juta kendaraan listrik tahun lalu saat mereka berekspansi ke pasar baru di luar negeri. Hal tersebut di atas yang membuat Nissan bisa mengambil satu bagian penjualan dari BYD. (electrek/tje)











