MTU News
Beranda Daerah Jejak Bersejarah: SMA Swasta HKBP 1 Tarutung

Jejak Bersejarah: SMA Swasta HKBP 1 Tarutung

TARUTUNG | MTUNews.com – Pada tahun 1918, Belanda memulai pembentukan “Negeri” di Tapanuli Utara. Struktur sosial masyarakat Pra Zending pada masa itu hanya mengenal huta sebagai kelompok terkecil, di atasnya terdapat marga sebagai kelompok tertinggi, dan tidak ada struktur di atasnya.

Meskipun orang Batak yang telah menganut Agama Kristen, mereka tetap mempertahankan nilai budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Nilai-nilai tersebut, seperti sahala harajaon (kualitas memegang kekuasaan) dan sahala hasangapon (kualitas untuk dihormati), dianggap sangat penting.

Kualitas ini juga disebut sebagai habolonon (kebesaran), hamoraon (kekayaan), dan habisukon (kebijaksanaan). Sahala ini dibutuhkan untuk memimpin dengan adil dan menjaga keutuhan kerajaan.

Pembentukan “Negeri” oleh Belanda mendorong pendirian sekolah HIS yang berbahasa Belanda di Sigompulon Tarutung pada tahun 1918. Namun, sekolah ini hanya diikuti oleh orang-orang dari kalangan raja, pegawai negeri, dan orang kaya, belum terjangkau oleh rakyat biasa.

Keterbatasan akses pendidikan tersebut menjadi motivasi bagi Gereja Huria Kristen Batak untuk mendirikan sekolah. Usulan pendirian sekolah ini disambut dengan antusiasme oleh penatua gereja dan warga jemaat yang haus akan pendidikan.

Berkat upaya tersebut, berdirilah sekolah Zending lanjutan di Seminarium Sipoholon. Sekolah ini, yang juga dikenal sebagai sekolah persamayan, bertujuan untuk mempersiapkan tenaga pengajar dan zending.

Seiring dengan perkembangan zaman dan minimnya tenaga kerja yang berkualitas, Huria Kristen Batak bekerja sama dengan zending Belanda mendirikan sekolah lanjutan, Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setara dengan SLTP, yang diselenggarakan di gedung yang kini ditempati oleh SMA Swasta HKBP 1 Tarutung.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, gedung MULO dikembalikan kepada Huria Kristen Batak Protestan. Pada tahun 1952, HKBP mendirikan SMA Swasta HKBP, yang menjadi satu-satunya sekolah lanjutan tingkat atas di Tapanuli Utara.

Sekolah ini menjadi harapan bagi masyarakat karena menyediakan akses pendidikan tinggi di daerah tersebut. Pada awalnya, tenaga pengajar sebagian berasal dari Jerman, menunjukkan komitmen untuk menyediakan pendidikan berkualitas.

Tahun 2024

Keberhasilan SMA HKBP Tarutung dalam mengantarkan siswanya ke perguruan tinggi menjadi bukti prestasi pendidikan yang kokoh dan terpercaya antara lain:

  1. Prestasi Pendidikan: Keberhasilan SMA HKBP Tarutung dalam mengantarkan siswanya ke perguruan tinggi menunjukkan prestasi yang signifikan dalam bidang pendidikan.
  2. Akreditasi: Prestasi ini dapat dijadikan sebagai bukti kualitas pendidikan yang kokoh dan terpercaya, yang mungkin tercermin dari akreditasi sekolah oleh lembaga terkait.
  3. Kesiapan Siswa: Keberhasilan ini juga mencerminkan kesiapan siswa dalam menghadapi pendidikan tinggi, baik dari segi akademis maupun non-akademis.
  4. Pendampingan: Dapat diasumsikan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh pendampingan dan pembimbingan yang baik dari pihak sekolah terhadap siswa dalam proses seleksi dan persiapan masuk perguruan tinggi.
  5. Reputasi Sekolah: Prestasi ini juga dapat meningkatkan reputasi sekolah di mata masyarakat, sehingga dapat menjadi pilihan utama bagi calon siswa yang ingin mengejar pendidikan tinggi.

    Selamat kepada 22 orang siswa/i SMAS HKBP 1 Tarutung yg diterima di PTN Jalur SNBP T.A. 2024/2025:

    1. Abi Mesak Pakpahan USU Pend. Dokter
    2. Rani Theresya Hutabarat UNIMED Bahasa dan Sastra Ind.
    3.Desy Cintya Hutapea UNIMED Pend. Ekonomi
    4. Moses Gamaliel Situmeang UNIMED Pend. Tek. Otomotif
    5. Verdino Jose Hutauruk UNIMED Manajemen Konstruksi
    6. Settiani Simanjuntak ITERA Tek. Informatika
    7. Lolita Mona Anisa Simamora ITERA Tek. Geologi
    8. Kesya Adelina Simamora ITERA Matematika
    9. Fajar Buana O. Sibarani ITERA Teknik Sipil
    10. Destini Simatupang ITERA Tek. Biomedis
    11. Chintya Lbn. Tobing ITERA Rekayasa Hutan
    12. Agnes D.K Lbn. Tobing UPI PGSD
    13. Stevani Marito Simorangkir Univ. Andalas Agroekoteknologi
    14. Destiana Tambunan Univ. Palangkaraya Agroteknologi
    15. Dwisa Harun Claudia Manullang Univ. Tanjung Pura Ekonomi Pem.
    16. Tasya Simangunsong UMRAH Tek. Industri
    17. Nadia Hutagalung UMRAH Manajemen
    18. Riska N. Br. Tamba POLMED Meeting, Incentive, Conve. and Exhib.
    19. Pasha Aqluera Panggabean POLMED Keuangan dan Perbankan
    20. Madame S.G. Sinaga POLMED Akuntansi
    21. Nasrin Laura Tampubolon POLMED Manajemen Informatika
    22. Tasya Jelita Olivia Sihombing Politeknik Neg. Batam Teknik Infor.

    info:

    Lenny Nur Cahaya Purba sedang bersama Rementa Hutagalung.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan