Banjir Sumatera, Pengungsi Alami Kekerasan Seksual
KOTA PADANG || MTUNews.com – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mengungkap adanya kasus pelecehan seksual yang dialami perempuan korban banjir di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada akhir 2025. Kasus tersebut banyak terjadi di lokasi pengungsian yang minim pengawasan dan perlindungan.
Hal itu disampaikan Veronica saat menghadiri rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bersama Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, gubernur, serta para bupati dan wali kota di Sumatera Barat, Selasa (13/1/2026).
Veronica mengaku menemukan fakta tersebut saat turun langsung ke lapangan, termasuk di Aceh, dan berdialog dengan komunitas perempuan terdampak bencana. Menurutnya, pelecehan seksual tidak terjadi sekali, melainkan berulang, terutama di tenda-tenda pengungsian yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai.

Ia menegaskan perempuan, anak-anak, dan lansia merupakan kelompok paling rentan mengalami kekerasan berbasis gender selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana. Karena itu, Kementerian PPPA mendorong pengawasan lebih ketat serta pemisahan area pengungsian antara laki-laki dan kelompok rentan.
Selain pemisahan tenda, Veronica juga menekankan pentingnya pengamanan fasilitas sanitasi seperti MCK, termasuk memastikan pintu dapat dikunci dengan baik. Ia juga mengingatkan perlunya ruang privat bagi ibu hamil dan ibu menyusui agar merasa aman selama berada di pengungsian.
Wamen PPPA berharap langkah-langkah perlindungan tersebut segera diterapkan di wilayah terdampak banjir, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, guna mencegah terulangnya kasus pelecehan seksual terhadap korban bencana. (red-sjs)










